Ketua RW 06 Akui Warga Gusuran tak Punya PBB

by -362 views
Petugas melakukan pembongkaran rumah yang lahannya digusur untuk kepentingan lain (ilustrasi).
Petugas melakukan pembongkaran rumah yang lahannya digusur untuk kepentingan lain (ilustrasi).
Petugas melakukan pembongkaran rumah yang lahannya digusur untuk kepentingan lain (ilustrasi).

KOBEK KOTA – Ketua Rukun Warga (RW) 06, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Surya Wijaya mengakui, sejumlah warga yang akan digusur lantaran mendirikan bangunan tempat tinggal diatas lahan Irigasi yang terletak diwilayah RT 02 RW 06 bukan merupakan warga asli Kota Bekasi.

Diakuinya, sejumlah warga yang tinggal di area tersebut merupakan warga pendatang dan tidak memiliki data Pajak Bumi Bangunan (PBB).

“Mereka memang sudah lama menetap disini. Tapi kebanyakan dari mereka adalah pendatang dan hanya menyewa bangunan di area lahan irigasi yang merupakan fasos fasum milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Bahkan mereka tidak punya PBB,” akunya saat ditemui di kediamannya, Rabu (23/11).

Menurut ketua RW yang baru satu tahun menjabat ini sejak adanya surat imbauan dari pihak Kelurahan Teluk Pucung untuk pendataan warga di RW 06, khususnya di RT 02 yang akan menjadi target penggusuran, dirinya langsung melakukan pendataan.

Sejak saat itu pun dirinya mengetahui bahwa sebagian dari warga tersebut, bukan ber-KTP Kota Bekasi.

“Sejak saat itu juga, saya mulai melakukan pendekatan dan pengertian terhadap warga yang tinggal diarea Irigasi bahwa lahan tersebut merupakan milik warga dan akan dibangun fasilitas kesehatan berupa Puskesmas. Jadi, soal penggusuran ini, mereka pun sadar diri dan tidak ada penolakan,” bebernya.

Sebelumnya kata Surya, pihak Kelurahan Teluk Pucung sudah memberikan surat peringatan terkait penggusuran diwilayah RT 02 RW 06 sejak Mei 2016. Selain itu, sudah terbit pula surat teguran dari Dinas Tata Kota (Distako) Bekasi terkait pengosongan lahan tersebut.

“Memang ada sekitar 14 bangunan yang ada dilahan Irigasi itu. Dan beberapa warga sudah ada yang membongkar sendiri bangunannya,” tambahnya.

Dirinya pun berharap, proses pembongkaran yang rencanakan akan dilaksanakan tahun 2017 mendatang, bisa segera disusul dengan pembangunan Puskesmas. Karna diakuinya, masyarakat sangat membutuhkan fasilitas kesehatan tersebut.

“Jangan sampai setelah dibongkar terus pembangunannya lama. Kan kasian juga warganya. Jadi saya harap, setelah dibongkar bisa langsung dibangun Puskesmasnya,” tukasnya.(pus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.