Kejaksaan akan Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Setda

by -666 views

KOBEK KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi akan menyelidiki dugaan proyek fiktif tahun 2016 di sekertariat daerah (Setda) setempat. Pasalnya, kegiatan yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2016 sebesar Rp10 miliar itu diduga ada yang tidak dikerjakan.

“Kita sudah mendengar kabar bahwa proyek itu diduga tidak dikerjakan, tapi anggarannya terserap semua,  itu dari media. Tapi, jika benar ada kegiatan seperti itu kita akan segera melakukan penyelidikan, ” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari BekasiFebrianda Ryendra kepada Koran Bekasi, Senin (26/2).

Menurutnya, jika laporan pertanggungjawaban anggaran realisasi pekerjan mencapai Rp10 miliar, tapi dikerjakan hanya Rp4,2 miliar lebih, itu namanya melanggar aturan yang berlaku.

Jika memang ada, kata Febri sapaan akrab Febrianda Ryendra, masyarakat yang mengetahui kegiatan tidak dikerjakan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kota Bekasi tahun 2016, diminta agar segera membuat laporan resmi.

“Masyarakat yang mengetahui ada laporan LKPj diduga fiktif, segera membuat laporan resmi ke kejaksaan, agar kita bisa melakukan penyelidikan secepatnya, ” kata pria kelahiran Kota Padang ini.

Sementara Setda Pemerintah Kota Bekasi melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sajekti Rubiyah memberikan tanggapan terkait pemberitaan dugaan proyek fiktif tersebut. Dalam tanggapannya disebutkan bahwa dalam kegiatan 2016 tersebut ada selisih pagu anggaran yang tidak terserap sebesar Rp1.318.440.501.

Dalam pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor, disebutkan pagu anggaran Rp6.291.320.000. Sedangkan yang terealisasi Rp5.818.996.000, sehingga ada selisih pagu sebesar Rp472.324.000.

Kemudian, dalam kegiatan pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor, pagu anggaran Rp1.500.000.000. Terserap Rp1.426.268.000, sehingga ada selisih anggaran Rp73.732.000.

Dalam pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas operasional, pagu anggaran Rp2.100.000.000 tapi yang terserap hanya Rp1.359.509.499, sehingga ada sisa anggaran Rp740.490.501. Kemudian, dalam pemeliharaan meubeler anggarannya Rp130 juta dan terealisasi Rp98.106.000 dan sisanya Rp31.894.000.

Intinya, dalam surat klarifikasi berita No488/38/Setda.Hum yang ditandatangani Sajekti menyebutkan bahwa sisa anggaran kegiatan tidak sampai Rp4.2 miliar lebih. Menurut Sajekti, sisa anggaran yang tidak terserap Rp1,3 miliar lebih telah dikembalikan ke kas daerah.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemeliharaan Setda Kota Bekasi Kasno mengakui kegitan tahun 2016  hanya sebesar Rp4,2 miliar lebih.

“Hanya dokumen ini yang diberikan pejabat lama kepada saya. Dia bilang ini semuanya kegiatan yang dilakukan tahun 2016, ” kata Kasno kepada Koran Bekasi, Kamis (22/2).

Padahal LKPj kepala daerah tahun 2016 yang dimiliki Koran Bekasi, Setda mempunyai kegiatan pemeliharan berkala gedung kantor sebesar Rp6.291.320.000.

“Yang sekarang ini kegiatan pemeliharaan gedung sebesar Rp4,2 miliar lebih. Soalnya yang saya dapat seperti ini, dan saya ketik, ” katanya.

Disinggung ada informasi tentang proyek setda tahun 2016 ada indikasi fiktif, kata Kasno, kegiatan ini yang ternominal terbayarkan belum termasuk ke dalam pajak, Kasno membantahnya.

“Mungkin nilai ini belum termasuk pajak yang terbayarkan. Kalau yang fiktif tidak ada. Tapi, setelah saya hitung dengan pajak baru ketemu Rp5,7 miliar, ” kelitnya. (jim/tgm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.