Tanpa Tandatangan Walikota, KSB Bisa Digunakan

by -417 views

 

 

KOBEK KOTA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohilawati menjamin pengguna Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KSB NIK) yang keluar tanpa tanda tangan mantan Walikota Bekasi Rahmat Effendi, bisa digunakan.

Namun demikian, KSB NIK harus Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang mengeluarkan dan sesuai dengan peraturan serta teknis berlaku.

Menurut Tanti kepada Koran Bekasi, Rabu (2/5),  masyarakat Kota Bekasi sebagai pemilik KSB NIK tidak perlu ragu menggunakan kartu sehat  yang ingin berobat ke rumah sakit swasta maupun RS negeri. Pasalnya, KSB NIK terbitan terbaru tidak tercantum tandatangan kepala daerah Kota Bekasi. “Meskipun saat ini ada kartu sehat yang tanpa tandatangan kepala daerah, itu tetap sah dan dapat digunakan masyarakat, ”  kata Tanti di ruang kerjanya.

Tanti mengkalim KSB NIK merupakan program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) yang secara resmi dikeluarkan Pemerintah Kota Bekasi. “Program ini bersinergi dengan tiga organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Dukcasip, dan Dinas Sosial, ” katanya.

Bagi masyarakat yang sudah memiliki kartu sehat, kata Tanti, tidak perlu lagi membawa Kartu Keluarga (KK) atau menyerahkan fotokopi KTP saat berobat. “Kecuali jika yang sakit belum tercantum namanya dalam kartu sehat milik keluarga pemegang kartu sehat, maka harus membawa kartu Keluarga sebagai bukti administrasi, ” tuturnya.

Tanti juga menjamin anggaran yang disediakan oleh Pemkot Bekasi untuk tahun 2018 sebesar Rp115 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD tahun 2018 untuk program KSB NIK. “Sampai saat ini sudah terserap sekitar 40 persen, termasuk untuk pembiayaan pasien di bulan November dan Desember 2017, karena pihak rumah sakit baru bisa melakukan penagihan awal 2018, ” tutupnya. (tgm)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.