Banyak Lokasi Wisata Potensial Belum Dikelola

by -580 views
Sutia

 

Sutia

KOBEK CIKARANG-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, sampai saat ini belum mampu mewujudkan lokasi wisata yang menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD).

Padahal, di daerah ini cukup banyak potensi wisata yag belum tergali, bahkan terkesan tertidur. Jika dikembangkan, maka daerah yang berpendudukan hampir 3 juta ini, bisa memberikan kontribusi yang cukup besar.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Sutia mengakui banyak potensi wisata yang bisa digali dan memiliki peluang besar untuk pendapatan asli daerah (PAD). Pihaknya, akan berupaya mewujudkan sejumlah lokasi wisata itu.

Pihaknya akan mengoptimalisasi 12 destinasi wisata untuk meningkatkan devisa lokal, karena sektor ini cukup menjanjikan. Selain penduduk daerah ini yang terus bertambah, juga karena berdekatan dengan ibu kota Jakarta, sehingga memungkinkan lokasi wisata daerah ini jadi pilihan.

Ada wisata alam dan kuliner khas daerah setempat. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terus mendorong agar sektor wisata harus dikembangkan. Sejumlah lokasi wisata itu, harus dipoles dan dipasarkan, sehingga bisa menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah.

Sedikitnya ada 12 tempat wisata di daerah ini, baik yang dikelola Pemerintah Daerah maupun swasta, seperti Taman Buaya Cibarusah, Waterboom Lippo Cikarang, Gedung Juang 45, dan Saung Ranggon sebagai wisata sejarah. Ada juga Danau Cibeureum, Pantai Muara Gembong, Muara Beting, Muara Bendera. Daerah wisata ini masih perlu pengembangan agar pengunjung dengan mudah dan bisa menikmatinya. Ada juga wisata Kuliner Restoran Kartini Cikarang, Rumah Makan Saung Wulan.

Karena itulah, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait, seperti PUPR yang akan merencanakan pembangunan infrastruktur demi kelancara pengguna jalan. Jika jalan dibangun dengan baik ke daerah tujuan wisata, maka diharapkan pengunjung akan terus mengalir.

Sutia menambahkan, sejumlah lokasi wisata itu akan terus dibenahi, sehingga menarik minat pengunjuk ke daerah ini yang akan memberikan kontribusi bagi PAD. “Kami terus menggenjot sektor wisata itu, agar lokasi yang potensial dan selama ini terkesan tirur akan dibangkitkan,” katanya

Seperti Muara Gembong sebagai wisata hutan bakau yang terhubung dengan laut lepas menjadi kawasan perlindungan Lutung Jawa dengan jumlah hanya puluhan ekor yang terus dilestarikan. “Lutung dan Kera yang ada di sana, diharapkan tidak punah,” tambahnya. (*/hem)

HL
Dua Tahun Beroperasi-upp
Fiber Optik Ternyata Belum Menghasilkan PAD

Beni Saputra
KOBEK KOTA-Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi hingga kini belum mampu mewujudkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Fiber Optik (FO) yang sudah beroperasi sejak 2 tahun lalu.
Padahal, Dinas ini diharapkan bisa menambah pundi-pundi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi. Bukan karena jaringan yang belum memadai, tetapi hanya karena belum terbentuknya Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) sebagai pengelolanya. BLUD sudah direncanakan sejak dimulainya pembangunan FO yang kini sudah tersambung di 23 Kecamatan. Tetapi ternyata, banyak kesulitan untuk mewujudkan BLUD.
Bahkan, selain jaringan yang sudah menjangkau di seluruh wilayah dan FO telah dimanfaatkan semua Kantor Kecamatan, sejumlah SMA Negeri dan Perkantoran Pemerintahan Pemda Kabupaten Bekasi. Namun, FO yang termasuk canggih ini, belum bisa dijual ke pihak pengusaha dan lembaga lainnya, karena belum ada dasarnya.
Untuk mewujudkan FO yang menjadi sumber pendapatan di masa mendatang, Kantor khusus Dinas Kominfo pun sudah dibangun, berupa gedung berlantai empat di atas lahan 6.000 M2 dengan anggaran mencapai Rp 100 miliar dari APBD 2016-2017 lalu dan sudah diresmikan Wakil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Maret 2018 lalu. Gedungnya mentereng, karena nantinya kantor BLUD dan pusat pengendalian FO akan ditempatkan di sana.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Bekasi Beni Saputra kepada Kobek Senin sore kemarin, mengakui kalau perangkat FO sudah siap, tapi belum bisa menghasilkan PAD. “Masih terus bekerja keras untuk mewujudkan PAD dari sektor FO. Karena usaha ini nantinya sangat potensial. Apalagi, FO milik Pemda Kabupaten Bekasi ini merupakan percontohan dan baru daerah ini yang memilikinya.Apalagi sudah menjangkau 23 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi,” katanya.
Mantan Camat Setu ini mengaku belum bisa memprediksi sampai kapan bisa terbentuk, karena harus lebih dulu ada pemasukan dari penjualan FO, barulah dibentuk BULD. “Harus ada dulu pemasukan ke kas daerah yang sementara ini bisa ditangani Bidang, barulah bisa dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), kemudian BLUD,” katanya.
Sampai saat ini, jaringan FO baru melayani kantor Pemerintahan dan SMA dan SMK Negeri. Tetapi kalau sudah terbentuk BLUD, baru bisa dipasarkan ke perusahaan yang tersebar di kawasan dan zona industri. Lebih dari 3.000 pabrik di daerah terbesar di Indonesia yang menjadi potensi pemasaran FO. (hem)

Menurut Eka, pada intinya memang berkaitan dengan teknologi, jadi sangat tepat sekali yang mana artinya Kabupaten Bekasi harus mempunyai gedung baru yang bisa mendukung semua ini.
Selain itu juga, dengan adanya bangunan ini bisa dipergunakan sebaik-baiknya juga bisa mendongkrak penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembangunan jaringan Fiber Optik (FO) di mana Pemkab Bekasi juga sudah banyak menganggarkan untuk pembangunan jaringan tersebut.
“Gedung baru yang diresmikan hari ini diharapkan juga bisa mendongkrak penerimaan PAD melalui Fiber Optik yang disewakan ke instansi swasta,” tuturnya.
Ia mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi beserta jajaran yang mana sudah bekerja keras mewujudkan gedung megah berlantai empat. “Tentu saja adanya gedung baru ini bisa membangun informasi bagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih bersinar,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik, Rohim Sutisna mengatakan, Adanya gedung baru yang diwujudkan Kepala Dinas PUPR telah memenuhi kebutuhan yang diharapkan oleh semua dalam meningkatkan kinerja Diskominfo.
Namun, di samping kebahagian itu tergantung pada beban yang begitu berat bagaimana mengoperasionalkan gedung baru ini, sehingga bisa berfungsi dan bermanfaat seperti yang telah disampaikan Wakil Bupati tadi bagaimana dapat meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi. (fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.