Curhat Napi di Lapas Cikarang Ingin Penuhi Kebutuhan Biologisnya 

by -520 views

Kadek Anton Budiharta

KOBEK CIKARANG-Para narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cikarang, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan tidak adanya ruangan khusus berhubungan seks.

Inilah yang dikeluhkan para napi dalam setiap acara curhat yang dilakukan pihak Lapas dengan para napi.

Acara curhat ini sengaja dilakukan secara bergiliran dengan tujuan untuk mengetahui keluhan para napi, kata Kalapas Kadek Anton Budiharta kepada Kobek belum lama ini.

Pihaknya memaklumi keluhan itu, karena ada yang bertahun-tahun dalam penjara, tetapi tidak bisa berhubungan dengan istrinya. Pihaknya juga sudah menyampaikan, kalau Lapas memang tidak menyediakan tempat khusus.

Mereka berharap bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Dalam curahan hati (curhat) yang digelar setiap bulannya itu, berbagai persoalan disampaikan para napi. Semuanya ditampung, dan pada umumnya para napi menyambut gembira acara curhat antara dia dan staf dengan para napi.

Kadek juga mempersilahkan para napi menyampaikan keluhannya jika ada petugas yang melakukan tindakan di luar ketentuan. “Saya juga  perlu tahu, barangkali ada petugas yang bertindak kasar. Tapi, selama jadi Kalapas, keluhan seperti itu belum ditemukan. Mereka umumnya menyampaikan agar Lapas menyediakan tempat untuk memenuhi biologisnya. Tapi dengan tegas saya katakan, kalau Lapas belum bisa menyediakan ruang khusus,” katanya.

Dalam kegiatan curhat warga binaan itu, memang mengajukan berbagai pertanyaan. Dan dari sana bisa diketahui apa yang perlu dibenahi di Lapas ini.

Menyinggung kapasitas Lapas, ditegaskan Kadek Anton Budiharta, kondisi sekarang sudah melampui bas atau overload. Saat ini, napi dan tahanan sudah mencapai 1500 orang, 786 di antaranya terlibat narkoba. Padahal, seharusnya kapasitasnya hanya 1000 orang. Tetapi, banyaknya warga binaan itu, membuat Lapas harus mengaturnya.

Diakui, dari seluruh tahanan dan napi, kasus narkoba yang mendominasi. Mereka yang terlibat, mayoritas masih muda dan sebagian warga negara asing.

Dalam pembinaan, para napi dilatih berbagai ketrampilan, sehingga setelah bebas dari hukuman, diharapkan bisa mandiri atau membuka usaha sendiri. Pihaknya juga membentuk Tim Futsal yang biasa ikut bertanding dalam berbagai kegiatan. “Kami berharap, setelah bebas, mereka bisa mandiri dan diterima dengan baik di kalangan masyarakat,” katanya. (hem)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.