WARGA Kecamatan Cileungsi dan Gunung Putri merasa geram kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bogor  yang tak seperti Kota Bekasi berani ambil tindakan. Pasalnya Kota Bekasi berani menyegel saluran limbah perusahaan yang membuang sembarangan ke kali Bekasi. Sedangkan Pemda Bogor, meski sudah digembor-gembor warga untuk menutup aliran limbah yang mencemarkan kali Cileungsi, tetapi hingga saat ini belum juga berani.

Akibat hal tersebut, amarah warga Cileungsi dan Gunung Putri memuncak. Karena tindakan tegas dari  Pemda untuk pabrik-pabrik perusak sungai cileungsi belum juga dilakukan.  Padahal dari hasil uji lab Dinas Lingkungan Hidup setempat, bahwa sungai Cileungsi tercemar berat limbah industri yang dibuang sembarangan ke sungai tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor, Hj Nurhayati mengaku, sungai saat ini dalam penanganan.

“ Hasil uji lab sudah ada. Tentu akan ada sanksi untuk perusahaan yang terbukti membuang limbah di Sungai Cileungsi,”ujar Hj Nurhayati.

Warga Wanaherang, Irwan Maulana (43) mengatakan, Kabupaten Bogor belum ada tindakan tegas. Sungai masih penuh limbah hitam, dan bau menyengat saat malam.

Senada dengan Irwan, Romli Slamet pria yang tinggal tak jauh dari sungai Cileungsi itu mengaku sudah sampai melakukan unjuk rasa di kantor DLH Kabupaten Bogor.

“ Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Pencitraan saja,” kesal Romli.

Ia dan warga lain berencana akan melakukan aksi menembok saluran pembuang limbah pabrik-pabrik yang langsung dibuang ke sungai.

“ Sekarang musim kemarau, terlihat saluran pembuangannya. Jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah, kami akan tembok dan tutup saluran itu dengan beton,” tutur Romli. /*Rez

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here