ANIM Imamuddin merupakan tokoh yang tak asing lagi di kancah perpolitikan Kota Bekasi. Dengan bekal pengalaman di Karang Taruna, Sekretaris PK Golkar Jatisampurna, dan  menjadi salah seorang yang ikut mensukseskan pasangan Mochtar Muhammad-Rahmat Effendi (M2R) pada 2008, itulah modal awalnya bergelut di pentas politik Kota Bekasi.

Bang Anim—sapaan akrabnya, memulai karir menjadi Ketua Karang Taruna RW pada era 90-an. Seteah itu, dia dipercaya menjadi Ketua Karang Taruna tigkat Kelurahan pada 1993 dan kemudian Ketua Karang Taruna tingkat Kecamatan pada  1995. Kemudian, pada 1997 menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Bekasi sekaligus menjadi Sekretaris PK Golkar Jatisampurna.

Tak bertahan lama di Golkar, Bang Anim memutuskan vakum dari dunia politik dan lebih memilih mengembangkan usaha keluarga, koperasi. Sukses dengan Koperasi Pedagang Pasar (Koppas) Kranggan, Bang Anim kemudian diminta untuk menjadi salah satu tim sukses pasangan M2R saat itu.

M2R pun menang telak di Jatisampurna. Puas berjuang untuk memenangkan pasangan M2R, dia pun ditawari untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif DPRD Kota Bekasi oleh Golkar dan PDIP.

“Dari situ saya jadi kenal baik dengan Pak Pepen (panggilan Rahmat Effendi) dan kemudian diajak kembali ke Golkar, namun saya tolak. M2 juga mengajak saya untuk ikut pileg tahun 2009. Saat itu saya tidak mau karena saya sudah tidak minat untuk terjun di dunia politik. Namun berapa lama kemudian saya bertemu lagi dengan M2 dan dari pertemuan itu pikiran saya menjadi terbuka kalau saya harus berbuat dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Bekasi,” jelasnya.

Membuka hati untuk kembali di organisasi politik, Bang Anim dihadapkan dengan dua pilihan, apakah lewat bendera Golkar atau PDI Perjuangan. “Saya ingat pesan bapak saya, kamu boleh ikut di dunia politik asal lewat bendera Golkar (Soeharto) atau PDI Perjuangan (Soekarno)-nya. Akhirnya saya memutuskan untuk maju dalam Pileg 2009 melalui PDI Perjuangan. Karena saat itu di Jatisampurna sudah ada tokoh besar yang ikut pileg dari Golkar yaitu Pak Yusuf Naseh,” bebernya.

Pertama kali ikut pileg dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jatisampurna, Pondok Gede, Pondok Melati, Bang Anim sudah bertengger di peringkat empat dari 50 anggota dewan yang terpilih dengan total 6.500 suara.

Dengan kinerjanya yang betul-betul menyentuh hati masyarakat, Bang Anim kembali terpilih di Pileg 2014 dari dapil yang sama dengan total perolehan 9.600 suara. Bang Anim pun dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan. Pada 2015, putra Betawi asal Kranggan ini terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Bekasi.

Pada 2013, Bang Anim direkomendasi menjadi calon wakil walikota Bekasi mendampingi Sumiati, istri M2. Namun gagal dan hanya menempati posisi tiga.

Kendati demikian, perjalanan sejak 2009 itu, bisa dibilang karir politik Bang Anim cukup melejit. Kini, ia pun kembali maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. “Yang ada di hati saya hanya kerja, kerja dan kerja. Biarkan masyarakat yang menilai,” tandasnya. (Jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here