MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mengapresiasi pihak kepolisian yang telah berhasil membongkar jaringan prostitusi online. MUI juga berharap pihak kepolisian bisa terus menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.

“MUI Kota Bekasi meminta kasus ini terus dikembangkan untuk dapat menjerat bukan saja kepada para pelaku tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi tersebut,” kata Sekretaris MUI Kota Bekasi Hasnul Kholid kepada Koran Bekasi, Rabu (6/2).

Perkembangan bisnis prostitusi ini, kata Hasnul, sangat mengkhawatirkan karena dapat dipesan melalui media sosial dan siapa saja bisa mengaksesnya, termasuk para remaja dan anak-anak. Hal itu tentunya dapat berakibat buruk terhadap para remaja karena dikhawatirkan mereka dapat meniru gaya hidup seperti itu, terlebih tawaran imbalannya cukup menggiurkan.

“Untuk hal tersebut, MUI berharap kepada Polri untuk menuntaskan masalah ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Kami juga meminta aparat untuk melakukan operasi di setiap apartemen dan hotel yang ada di Kota Bekasi. Karena ini sudah sangat meresahkan dan sudah menjamur di hotel serta apartemen,” terangnya.

Dia mengaku sangat prihatin dengan semakin maraknya pelacuran yang melanggar nilai-nilai agama, etika dan susila. Berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran nilai-nilai susila seringkali terjadi karena maraknya perilaku seks bebas, hubungan sesama jenis, perdagangan orang, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya.

“MUI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila dan nilai-nilai agama agar terjauh dari perbuatan yang dapat merusak martabat manusia. Perlu kebulatan tekad bagi semua kalangan, termasuk pemerintah, tokoh agama dan ormas agar Kota Bekasi bebas dari prostitusi,” tutup Hasnul.

Sebelumnya, tim siber Polres Metro Bekasi Kota telah membongkar kasus prostitusi online di Hotel bintang empat dan apartemen dari hasil patroli siber di media sosial. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here