Sebulan lebih sudah Tim Walikota Untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan (TWUP4) Kota Bekasi dilantik (17 Desember 2018). Dengan honor yang cukup besar, hingga kini belum terlihat kinerja yang sudah dilakukan tim yang dipimpin R Suryaman tersebut. Sanggupkah Pemerintah Kota Bekasi membayar honor mereka di tengah kondisi keuangan yang sedang mengalami ‘turbulensi’ ini?

Dalam Surat Keputusan Walikota Bekasi Nomor: 050.1/Kep.176.A-BKPPD/XI/2018, TWUP4 mendapatkan honor tiap bulannya. Dari hasil temuan tim Koran Bekasi, ada 14 pengurus tim percepatan yang akan mendapatkan honor dengan pembagian berbeda. Untuk tingkat ketua mendapatkan honor sebesar Rp16.625.000,- (setelah dipotong pajak) dan untuk anggota menerima honor Rp9.500.000.

“Ini lagi dihitung-hitung sama tim, kita bayar sesuatu itu kan berdasarkan pemasukan, kalau ada kita ya kita bayarkan. Kita lihat juga mana yang lebih prioritas,” kata Amsiyah, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Kamis (7/2).

Mana yang lebih prioritas, gaji TKK (tenaga kerja kontrak) dan ASN (aparatur sipil negara) atau TWUP4?  “Ya kita berharap bisa dibayarkan semua. Kita lihat juga kondisi keuangan kita, terpenuhi atau tidak. Saya belum tahu karena belum pegang data.  Kabid hari ini lagi keluar semua. Kalau tahun ini target (pendapatan) terpenuhi insya Allah kita bayarkan semua. TPP itu kan juga kita melihat kondisi keuangan, Pak Wali juga kan terus berusaha meningkatkan kesejahteraan pegawainya,” papar Amsiyah.

Ditemui terpisah, Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Islam ‘45’ Bekasi Adi Susila mengatakan, keberadaan TWUP4 hanya dianggap pembengkakan struktur. Dia menilai keberadaannya hanya untuk mengakomodir kepentingan tertentu. Karena, Kota Bekasi juga sudah memiliki Dewan Transportasi Kota dan Dewan Kota Cerdas Kota Bekasi.

“Kalau menurut teori seharusnya apa yang ada sudah bisa diberdayakan. Kalau dalam ilmu administrasi itu ada istilah pembengkakan struktur. Itu sifatnya bisa macam-macam, termasuk hanya untuk mengakomodir kepentingan tertentu. Kalau menurut saya tidak perlu ada lagi (TWUP4). Sebetulnya itukan hanya meniru Skandinavia, dulu sejarahnya muncul karena lembaga yang ada tidak optimal,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Kalau menurut saya malah malah jadi pembengkakan anggaran. Kalau kondisi Kota Bekasi sedang seperti ini, seharusnya dilakukan perampingan. Seharusnya berdayakan saja lembaga formal yang ada. Misal dewan transportasi kembalikan saja lagi ke Dishub. TWUP4 kembalikan ke Bappeda. Jadi, optimalkan saja lembaga yang sudah ada.”

Ia juga menilai, belum adanya hasil kerja yang terlihat signifikan dari TWUP4. “Walikota Bekasi bisa mengeluarkan keputusan bila TWUP4 tidak bisa memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kota Bekasi. Kalau saya belum melihat hasil konkritnya. Kalau yang saya rasakan memang pembangunan fisiknya sudah kelihatan, misal penataan jalan Ahmad Yani dan Cut Mutia. Tapi saya tidak tahu apakah itu dorongan dari TWUP4 atau bukan. Bisa saja kalau nanti Walikota mengeluarkan keputusan berdasarkan alasan-alasan yang dikeluarkan berdasarkan undang-undang. Tinggal walikota membuat keputusan untuk membatalkannya,” tegas Adi.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Perkembangan Kehidupan Perkotaan Benny Tunggul mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mempermasalahkan besaran honor yang diterima setiap bulannya. Bahkan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Bekasi terkait dengan besaran honor. Ia juga mengatakan telah banyak memberikan masukan kepada Walikota Bekasi untuk mempercepat proses pemerintahan, termasuk bagaimana kedepannya menjadikan Kota Bekasi sebagai  destinasi wisata belanja.

“Kalau masalah honor kita serahkan kepada pemda, karena terus terang ketentuannya ada di pemda. Kami juga sudah banyak melakukan dan sudah dilaporkan ke Walikota. Tapi konsumsinya hanya untuk Walikota bukan untuk keluar. Karena kami bukan melakukan teknis kami hanya merekomendasikan mana saja yang harus dipercepat. Karena kita tidak mengambil porsi dinas,” tutup Benny Tunggul. (jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here