Islamic Centre Kota Bekasi kini kembali berbenah. Wajah lama pusat dakwah yang sudah berusia hampir 30 tahun itu akan berubah menjadi salah satu icon baru Kota Bekasi. Lokasinya yang sangat strategis di Jalan Ahmad Yani nomor 22 ini menjadi salah satu alasan banyak orang yang tak hanya ingin beribadah, juga menjadi oase kaum urban yang sibuk bekerja.

Konsep masjid yang ada di dalam kawasan Islamic Centre juga akan dirombak seperti layaknya masjid Nabawi di Madinah. Saat ini, Yayasan Nurul Islam KH Noer Ali sebagai pengelola akan menambah fasilitas baru untuk menunjang Islamic Centre sebagai pusat kajian Islam dan wisata religi di Kota Bekasi.

“Diantaranya nanti ada perpustakaan yang menyediakan buku-buku kajian Islam dan sejarah tentang Kota Bekasi, sekolah berbasis islam, bank syariah, hotel syariah, gedung pertemuan, sekretariat ormas Islam, serta menara tinggi yang bisa dijadikan tempat lokasi pernikahan, bersua foto dan titik di mana setiap warga yang hadir dapat menikmati pemandangan Kota Bekasi,” kata Ade Ardiansyah, ketua panitia pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi.

Di lokasi yang memiliki luas kurang lebih hampir empat hektar ini juga nantinya akan ada berbagai kegiatan dakwah Islam, mudzakaroh ulama, remaja dan wanita. Kemudian studi keislaman, konsultasi keluarga muslim, dan kegiatan-kegiatan islami lainnya.

“Sekarang sertifikatnya juga sudah atas nama Pemerintah Kota Bekasi. Bulan Januari kemarin sudah diserahkan ke Pemerintah Kota Bekasi. Ini salah satu bukti kerja saya dan tim. Jadi nantinya Islamic Centre ini akan menjadi satu tempat untuk orang beribadah, iconnya Kota Bekasi, sekaligus tempat wisata religi. Kita harapkan Islamic Centre juga menjadi tempat anak-anak millenial belajar dan diskusi tentang kajian islam,” papar Ade yang juga berprofesi sebagai Notaris dan PPAT di Kota Bekasi.

Ade menilai Kota Bekasi sudah seharusnya memiliki Islamic Centre yang megah. “Kota Depok punya Kubah Emas tempat wisata religinya, Masjid Baiturahman juga ada di simpang lima Semarang, kemudian di Tabalong yang letaknya ada di dalam hutan Kalimantan, Kabupaten Indramayu bahkan juga punya Islamic Centre yang berdiri megah,” lanjut Ade yang dipercaya menjadi Ketua Pembangunan Islamic Centre Kota Bekasi sejak bulan Mei tahun lalu.

Ia melanjutkan, proses renovasi Islamic Centre ini akan memakan waktu hingga tiga tahun ke depan. Untuk itu ia juga meminta dukungan kepada masyarakat Kota Bekasi dan pemerintah agar renovasi Islamic Centre ini dapat berjalan dengan baik.

“Bangunan masjidnya juga nanti kita buat semegah dan seindah mungkin. Arsiteknya pintar memadukan model bangunan masjid zaman modern tetapi tidak melewatkan kesan bangunan masjid tempo dulu. Ada empat menara yang menjulang setinggi kurang lebih 100 meter di empat sudutnya,” jelasnya.

Bangunan masjid dihiasi banyak kubah. Kubahnya terbesar  berada persis di tengah-tengah bangunan dan dikelilingi kubah-kubah berukuran lebih kecil. Ornamen masjid  dibuat sangat apik mengesankan arsitektur bangunan masjid di Timur Tengah.

“Ada pelataran parkir yang cukup luas yang mampu menampung cukup banyak  kendaraan roda dua dan roda empat. Lebih indah lagi jika berkunjung pada malam hari. Ratusan lampu led yang indah memancarkan sinar terang benderang sehingga mampu menyedot perhatian para pengguna jalan yang melintasi pusat Kota Bekasi,” tutup Ade. (jimmy)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here