Sekitar 100 warga Desa Jayasampurna dan Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi menghadiri acara sosialisasi pengadaan lahan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan yang diselenggarakan di Gedung Serba guna Desa Sukasari, Sabtu (2/3). Acara berlangsung serius di mana warga menanyakan banyak hal menyangkut pembebasan lahannya kepada panitia.

“Informasi yang saya dapatkan, lahan saya hanya terkena setengah dari luas 400 meter. Permintaan saya jangan diambil setengah, sekalian saja semua,” tanya salah seorang warga. Menjawab pertanyaan itu, Kepala seksi Pengadaan Pertanahan BPN Kabupaten Agus memintanya bersabar. “Setelah nanti tim pengukuran turun, kita tunggu dulu kepastian apakah hanya dipakai setengah atau semua. Bila setengah yang dibutuhkan, nanti tinggal diajukan permohonan,” katanya.

Sejauh ini belum diketahui berapa harga lahan warga kedua desa tersebut. Namun untuk pengadaan lahan Tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan dilaksanakan tahun 2019.

Acara juga dihadiri pihak Kementerian PUPR, perwakilan kejaksaan, camat, kapolsek, serta perwakilan Danramil Serang Baru. Sosialisasi diawali sambutan Kepala Desa Jayasampurna H Muksin. Ia mengatakan terimakasihnya atas kehadiran masyarakat kedua desa yang lahannya terkena pembebasan.

“Bagi yang ada pertanyaan silakan disampaikan di tempat ini. Adapun kalau ada yang kurang dipahami silakan datang ke kantor desa, kami siap membantu,” katanya.

Camat Serang Baru Subarnas mengucapkan berterimakasih kepada pemerintah pusat dan Presiden RI yang begitu antusias membangun infrastruktur. “Imbauan kami, mari kita dukung semua program pemerintah, tentu tujuannya baik bagi kita bersama, silakan yang belum dipahami disampaikan dan ditanya di sini,” imbaunya kepada warga.

Kapolsek Serang Baru Wito juga meminta agar semua pihak mendukung program ini demi memudahkan akses yang bisa dirasakan semua lapisan masyarakat. Semua pihak juga diminta menjaga keamanan dan ketertiban. “Dengan adanya proyek ini saya berharap tidak ada konflik dan hati-hati dengan penipuan yang mengaku-aku bisa membantu. Perlu diingat, semua ini terlaksana sesuai aturan. Demi kelancaran mari kita semua kerja sama yang baik, kami siap menerima laporan dan melayani semua warga,” tegasnya.

Kepala Seksi Pengadaan Pertanahan BPN Agus menegaskan, dalam pembebasan pengadaan tanah ada tahapan perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan. “Kami berharap bapak/ibu bisa menunggu hingga akhir acara agar mengetahui hak dan kewajibannya. Kami tugasnya menyosialisasikan supaya hak dan kewajiban bapak/ibu terlindungi,” katanya.

Dikatakan, pihaknya bertugas menyediakan lahan untuk kepentingan umum. “Di sini sudah ada penetapan lokasi, kami ditugaskan untuk melaksanakan sosialisasi. Dasar kami undang-undang, diwajibkan memberikan informasi dengan sangat jelas, tidak ada yang ditutup-tupi. Tidak ada yang dirahasiakan dan tidak ada yang main mata antara pelaksana dan warga. Semua harus jelas dan transparan, kegiatan ini juga diawasi oleh kejaksaan,” urainya.

Yang terakhir memberi sambutan, perwakilan Kementerian PUPR Kabupaten Bekasi Nurbaiti mengemukakan, sebelumnya sosialisasi tahap pertama pengadaan lahan sudah digelar yang dipimpin tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tahapan kedua juga kita sudah ketemu dalam pendataan awal, sehingga kita masuk pada tahapan ketiga pada hari ini, sudah terlaksana sesuai dengan amanat Undang-undang No 2 Tahun 2012,” katanya. (pir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here