Atap gedung SDN Cicau 01, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi rubuh pada Jumat (1/2) lalu. Kondisi itu memaksa para murid belajar di GOR desa setempat. Namun tak lama lagi mereka sudah bisa kembali ke ruang sekolah.

Pada Kamis (7/3), Kepala Desa Cicau Maman bersama warga tampak bergotong royong membongkar atap tersebut. Maman menuturkan, hasil musyawarah dengan aparatur desa, PT Delta Mas lah yang merealisasikan proposal untuk perbaikan.

“Setelah dapat proposal, penanganan dilakukan hari ini. Itu saya putuskan bersama perangkat desa serta warga supaya hari ini pekerjaan dimulai. Ini demi anak-anak kita, mereka perlu mendapatkan kenyamanan belajar. Kita maksimalkan dalam kurun waktu satu minggu selesai agar para siswa bisa kembali belajar dengan tenang,” katanya.

Sedangkan rencana relokasi ke lahan SDN 01 Cicau, menurut Maman, belum bisa terlaksana. “Tapi kami sudah minta hitam di atas putih (pernyataan secara tertulis) untuk penyerahan lahan fasos/fasum dari Lippo Cikarang terhadap Desa Cicau untuk peruntukan SDN 01. Kami perlu berjuang bersama Camat, Kapolsek, Danramil, Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi, serta tokoh masyarakat dan warga Cicau untuk mendapatkan legalitas fasos/fasum yang akan diberikan Lippo Cikarang. Sekarang masih proses,” ungkapnya.

Maman menyampaikan, ketika dirinya mencari berkas dan mencari tahu ke PT Lippo Cikarang rupanya belum ada legalitas tersebut secara tertulis. “Kami beserta jajaran terkait tidak mau sembarangan, harus ada kejelasan dulu. Prosesnya seperti apa kita tunggu saja perhitungan dari dinas terkait yang berkewajiban menghitung hasilnya,” katanya.

Mengenai isu yang beredar sudah ada lahan yang akan diberikan PT Lippo Cikarang seluas 7.000m2, hal itu belum akurat. Namun atas perhatian dan sumbangsih yang diberikan PT Delta Mas, Maman sangat berterimakasih.

Komisioner Komisi Perlidungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi Muhammad Rozak juga sangat mengapresiasi dunia usaha dalam perbaikan SDN Cicau 01. Menurutnya, dunia usaha merupakan elemen penting dalam mewujudkan semangat perlindungan anak sebagaimana tercatat di dalam Pasal 72 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Hak anak terhadap pendidikan perlu penguatan peran serta masyarakat.

Di dalamnya ada dunia usaha, media, pendidikan, dan masyarakat. KPAD akan terus mendorong pemerintah daerah tentang pengembangan sekolah ramah anak supaya segera terwujud di sekolah negeri ataupun swasta. (pir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here