LOYALITAS tanpa batas. Mungkin kata itu yang pantas disematkan kepada Edy Haryadi, Pekerja Harian Lepas (PHL) di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPU Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi. Di tengah kondisinya yang sedang tidak fit, demi ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi ke 22, Edy tetap semangat mengikuti parade baris-berbaris Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi.

Setelah hampir empat jam menunggu dimulainya acara, dengan semangat Edy bersama rekan-rekan dari Disperkimtan berjalan dari Islamic Center menuju panggung utama tepatnya dibawah fly over Summarecon. Namun, saat sedang menunggu giliran, Edy sudah memperlihatkan gelagat yang berbeda. Nampak gelisah dan sering beberapa kali rekan-rekannya melihat Edy memegangi dadanya.

Salah satu rekan Edy yang melihat gelagatnya langsung mendatangi Edy dan memberikan oksigen yang kebetulan sudah disiapkan untuk berjaga-jaga. Tiba gilirannya, Edy bersama rekan-rekannya tampil berjalan dibawah rintik hujan yang turun sejak siang hingga sore hari. Sampai di garis finish, tak ada yang mengira kalau sejak perjalanan ternyata Edy menahan rasa sakit pada dadanya.

Alhasil, setelah timnya bergembira lepas karena sudah tampil, saat berfoto bersama Edy langsung tak sadarkan diri. Rekan sesamanya langsung memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke Rumah Sakit. Di tengah kondisi jalan yang macet parah, rekan-rekannya langsung membawa Edy ke RS Hermina untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Menurut pengakuan rekan-rekannya, sebelum datang ke acara parade, Edy masih sempat menuntaskan pekerjaannya menggali makam di TPU Padurenan.
Dadang Ginanjar, sang kepala dinas yang mengetahui stafnya masuk rumah sakit, langsung bergegas. Setibanya di rumah sakit, Dadang langsung menemui Edy yang kebetulan sudah sadarkan diri. Tak lama keluarga Edy juga tiba di rumah sakit.

“Saya takut ada apa-apa sama staf saya. Kalau ada apa-apa saya yang ikut bertanggung jawab. Tapi Alhamdulillah, sudah ditangani langsung oleh dokter. Ternyata, saudara Edy punya riwayat penyakit jantung,” kata Dadang kepada Koran Bekasi saat ditemui di ruang IGD.
Dadang juga tidak menyangka dan salut melihat semangat dan kegigihan Edy untuk tetap ikut dalam barisan parade baris-berbaris.

“Saya dapat informasi awalnya memang saudara Edy sudah dilarang oleh sesama rekannya agar tidak ikut parade. Tapi dia menolak untuk digantikan. Malah dia bilang ke saya dan rekan-rekannya sambil menangis, dia bilang dia bangga bisa menjalankan tugas mulia ini. Dan ini jadi satu bukti bahwa pengabdian Edy dan semangatnya patut dicontoh dengan yang lain,” ujar Dadang. (jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here