Terdakwa penyelundup 600 ribu butir ekstasi dari Belanda ke Jakarta hingga masuk ke Villa Mutiara Kota Bekasi, divonis penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim pimpinan Musa Arief Aini dengan hakim anggota Djuyamto dan Muhammad Anshar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, Rabu (13/3).

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, tiga terdakwa Andang Anggara, Sonny Karta Sasmita dan Michael telah terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tapi, terdakwa Michael hanya dijatuhi hukuman 18 tahun penjara dan membayar denda masing-masing Rp1 miliar. Hukuman  tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Gusti Ray yang sebelumnya menuntut terdakwa Andang dan Sonny hukuman mati dan Michael dengan hukuman penjara seumur hidup.

Menurut hakim, perbuatan itu dilakukan ketiga terdakwa pada 8 November 2017. Namun penyelundupan 600 ribu butir ekstasi dari Belanda ke Jakarta ini dapat digagalkan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri.

Penyelundupan ekstasi ini dikendalikan dua narapidana dari Rutan Kelas I Surakarta, Solo dan Rutan Bogor, Jawa Barat. Terdakwa Andang Anggara alias Aan Bin Suntoro yang berada di Rutan Kelas I Surakarta dan Sonny Sasmita alias Obes yang berada di Lapas tingkat I Gunung Sindut.

600 ribu butir ekstasi itu rencananya akan didistribusikan ke diskotek-diskotek dan bandar narkotika di Jakarta. Ekstasi dijual seharga Rp 500 ribu per butir sehingga total seluruhnya mencapai Rp300 miliar.

Sindikat jaringan peredaran narkotika ini terungkap berkat laporan masyarakat. Satgas narkotika Polri pun  langsung membentuk tim gabungan dengan pihak Bea Cukai untuk mengawasi masuknya narkotika itu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Setelah barang (narkotika) tiba, tim gabungan melakukan pengawasan terhadap barang, dan pada tanggal 8 November 2017 pukul 08.00, petugas melakukan penggerebekan di Villa Mutiara Kota Bekasi.

Dari hasil penggerebekan di Villa Mutiara, Kota Bekasi, polisi berhasil menangkap dua orang pelaku yakni Dadang Firmansyah dan Waluyo. Dari tangan keduanya, diamankan dua kotak besar boks kayu yang berisi ekstasi sebanyak 120 bungkus dengan tiga warna yaitu oranye, pink dan hijau.

Satgas kemudian mengejar dua tersangka lainnya yakni, Randi Yuliansah yang ditangkap di Lotte Mart, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Rabu (8/11). Dari tangan mereka, petugas mengamankan 5 bungkus ekstasi berjumlah 25 ribu butir.

Selanjutnya, Satgas melakukan koordinasi dengan lapas tingkat I Surakarta untuk bertemu pengendali Dadang dan Waluyo, Andang Anggara. Selain Andang, satgas juga bertemu Obes yang diketahui sebagai pengendali Andang.

Untuk itu, petugas berkoordinasi dengan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM untuk membawa kedua tersangka (Andang dan Obes)  ke Jakarta. Setelah diperiksa, akhirnya terungkap bahwa jaringan sindikat narkotika internasional jenis ekstasi tersebut dari Belanda.

Ada pun barang bukti yang diamankan dari empat tersangka adalah 600 ribu butir ekstasi beserta telepon selular. Terhadap putusan hakim, penasehat hukum  ketiga terdakwa  masih menyatakan pikir-pikir. (gar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here