Jembatan Cipamingkis ambles masih menjadi pertanyaan, apakah benar akibat bencana alam? Masalahnya hingga kini Dinas PUPR belum mengeluarkan status amblesnya jembatan yang menghubungkan Desa Cibarusah Kota dengan Desa Sirnajati tersebut.

Sejak bahu jalan Jembatan Cipamingkis ambles pada Minggu (10/3) lalu, perbaikan dilaksanakan PT Manggala Duta pada Jumat (15/3). Namun, hingga kini pemborong masih menunggu status amblesnya dan gambar yang dijadikan sebagai acuan.

Deki selaku pelaksana proyek kepada Koran Bekasi, Sabtu (23/3) lalu di lokasi menyampaikan, sebelumnya Lulu bersama beberapa anggota DPRD Kabupaten Bekasi sudah mendatanginya ke lokasi. Saat itu dia meminta gambar kerja kepada Lulu, yang kemudian dijawab; “Apa-apa aja yang akan kita kerjakan? Dulu tanah merah dan segala macam ke kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Pak Heru sudah saya tanyakan. Malah dia jawab, emang belum dibikin gambarnya. Ya saya jawab belum dikasih,” kata Deki.

Tapi, kata Deki, walau belum ada gambar tersebut, sebagai orang lapangan dirinya paham apa yang akan dilakukan. “Pertama crucuk dulu, nanti gedar tanah merah per layer satu meter dan per setengah meter, kita tes kepadatan jadi biar, terus naik lagi sampai ke atas. Pengaman wing woll juga aku minta dibuatkan hingga ke depan, makanya kita kejar gambarnya,” ungkapnya.

Menanggapi situasi status dan gambar sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan, Ketua DPP LSM Indonesia Corruption Care (ICC) James sangat menyayangkan kalau hal ini dianggap remeh. “Kenapa saya katakan demikian? Seharusnya status amblesnya bahu jembatan sudah harus diketahui karena kejadiannya sudah hampir 12 hari. Sepengetahuan saya, anggaran dari Pemda Kabupaten Bekasi juga sudah lumayan banyak buat perbaikan Jembatan Cipamingkis,” katanya.

Bahkan longsor sudah terjadi kesekian kalinya, bila memang yang mengakibatkan amblesnya adalah bencana harus ada syarat yang membuktikan. Tidak serta merta begitu ambles dikatakan bencana. “Kalau memang gambar dan rencana konstruksi belum dibuatkan Dinas PUPR, alangkah baiknya pelaksanaan distop dulu. Jangan nanti ada hal lain yang terjadi di luar dugaan, siapa yang bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Deki, lokasi yang amblas pada 2018 dan pada 2019 memang hampir sama. Apakah longsornya bahu jalan Jembatan Cipamingkis bencana atau masih tahap pemeliharaan, menurut Deki, pihak masih menunggu surat dan berita acara dari Dinas PUPR.

Hingga berita ini diturunkan memang belum diketahui status amblasnya bahu jalan jembatan Cipamingkis apakah benar akibatkan bencana? (pir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here