Lahan Fasum Industri tak Bisa Dibangun SDN Cicau 01
KEPALA Bidang Perumahan Rakyat Dinas PUPR Kabupaten Bekasi H Budi Setiawan mengemukakan bahwa pengadaan lahan pembangunan SDN Cicau 01 tidak boleh menggunakan lahan fasilitas umum (fasum) industri. Masalahnya, lahan fasum industri tidak boleh dibangun.

“Saya bisa menyediakan fasos dari perumahan dekat sekolah. Tapi kalau ngotot ingin dari Lippo silakan minta ke sana, itu di luar kewenangan saya,” tegasnya kepada Koran Bekasi di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Menurutnya, jika masyarakat mengarahkan gedung SDN Cicau 01 dibangunan di lahan fasos perumahan yang ada di kawasan itu, dan kalau masyarakat maupun warga perumahan setuju, pihaknya tinggal mengajukan permohonan kepada Bupati Bekasi.

“Mereka ingin yang dari Lippo, itu kan fasos/fasum industri, tanah orang katanya,” ujarnya sembari tertawa.
Dikatakan, menurut undang-undang hal itu tidak boleh karena lahan fasum industri termasuk ruang terbuka hijau (RTH) yang mutlak tidak bisa dibangun.

“Sekolah minta fasilitas umum, biar pun itu instansi pemerintah nggak bisa. Itu melanggar undang-undang kecuali ada perubahan site plane,” ungkapnya.
Pihaknya hanya bisa sebatas memohon kepada Bupati Bekasi mengajukan lahan fasos supaya dikeluarkan rekomendasi penggunaan lahannya.

“Tindakan surat menyurat sudah kita lakukan, setelah diserahkan nanti akan kita undang pihak sekolah dan developer. Kita masih tunggu dari Bapeda dan PUPR, setelah ada hasil kita tinggal tunggu diujunglah, baru kita kelola. Kita keluarkan rekomendasi Bupati, untuk sekolah saya paling depan,” katanya. (pir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here