CALON anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Sukur Nababan menerima penghargaan dari tokoh masyarakat Kranggan. Baju adat Kranggan langsung diberikan sesepuh Kranggan Olot Kisan  kepada Sukur Nababan.

Dalam adat Kranggan, baju cele yang bermotif kotak-kotak merupakan baju adat Kranggan yang biasa dipakai oleh para sepuh. Dengan diberikannya baju adat Kranggan kepada Sukur, maka dia sudah dianggap sebagai anak angkat dalam ikatan keluarga besar adat Kranggan.

Dalam sambutannya Sukur mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar adat Kranggan khususnya Olot Kisan yang merupakan tokoh sesepuh di Kranggan. Ia pun terharu dan bangga, karena tidak semua orang bisa memakai baju adat Kranggan.

“Saat ini saya merasa senang, terharu dan bangga bisa diangkat menjadi anak dalam ikatan keluarga besar adat Kranggan. Ini lah Indonesia, ini lah pancasila dan ini lah trisakti Bung Karno,” kata Sukur Nababan, Senin, (25/3) malam.

Sukur juga berjanji akan mengembangkan kebudayaan Kranggan. Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat ia juga menugaskan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kranggan. Ia juga akan terus mengawal proses pembangunan museum Kranggan melalui Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.

“Dari sudut kuantitatif jumlah sesepuh atau olotnya cukup banyak, kesenian khas daerah dan kebudayaannya juga cukup banyak, rumah adat juga ada di Kampung Kranggan. Dan Kranggan layak menjadi representatif kampung budaya,” kata Sukur.

Menurut Sukur, Kampung Kranggan juga masih tetap menjaga seni tradisi dan budaya leluluhur. Di tengah kemajuan dan modernisasi, semua warga dari orang tua sampai anak kecil, baik pria dan wanita, semua berperan melestarikan budaya.

Di tempat yang sama, salah satu tokoh Kranggan yang juga anggota DPRD Kota Bekasi Anim Imamuddin mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Sukur yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar adat Kranggan. Ia menilai sosok Sukur layak menjadi bagian keluarga besar adat Kranggan.

“Biasanya kalau penganugerahan seperti itu biasanya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu saja. Dan yang memakai baju adat Kranggan (Cele) itu hanya ada kurang lebih 10 orang. Dan Pak Sukur hadir sebagai tamu kehormatan, beliau juga sekarang sudah resmi menjadi anak angkat keluarga besar adat kranggan,” jelas Anim.

Anim juga menambahkan, secara kualifikasi, Kranggan dianggap sudah memenuhi syarat sebagai kampung budaya. Untuk itu, sebagai salah satu tokoh budaya setempat Anim terus mengupayakan kepada Pemerintah Kota Bekasi dan Kementerian Kebudayaan. “Kebudayaan dan kesenian di Kampung Kranggan cukup menarik. Seperti adanya perpaduan antara budaya Betawi dan Sunda. Dan kami selalu berupaya untuk terus menjaga kelestarian budaya di Kranggan,” tandas Anim. (jim)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here