Pemkot Jalin Kerjasama dengan Penegak Hukum

Antisipasi Pembuangan Limbah di Kota Bekasi

0
42

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (nota kesepahaman) dengan jajaran Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507, Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Tentang Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu di Kota Bekasi.

Penandatanganan kerjasama dengan penegak hukum ini dilakukan berdasarkan ketentuan Pasal 18 Peraturan Daerah Kota Bekasi nomor 11 Tahun 2018 Tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Sebelumnya saya mengusulkan untuk ada kerjasama dengan penegak hukum agar para pelaku kejahatan yang membuang limbah sembarangan bisa lansung diberikan sanksi hukum. Alhamdulillah, sekarang Pemerintah Kota Bekasi sudah menjalin kerjasama dengan Polres, Kodim, dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Lutfi kepada Koran Bekasi usai apel bersama di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (8/4).

Menurut Lutfi, sebelumnya dinas LH hanya bisa melaporkan dan memberikan sanksi penyegelan kepada perusahaan yang membuang limbah ke Kali Bekasi. Dengan adanya kerjasama ini, pihaknya bersama penegak hukum bisa langsung menindak tegas para pelaku kejahatan pembuang limbah agar diberikan sanksi pidana.

Tentunya dengan adanya hal tersebut dapat membuat jera para pelaku tindak kejahatan yang membuang limbah sembarangan.
“Kalau sebelumnya, ada temuan kan kita cuma bisa melaporkan karena tidak punya kewenangan. Kalau kita buat laporan ke pihak kepolisian juga butuh proses. Nah sekarang kan kita sudah kerjasama dengan Polres, Kodim 05/07 dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, tinggal pelaksanaan saja,” ujar Lutfi.

Dengan adanya penandatanganan ini, kata dia, proses penegakan hukumnya bisa lebih mudah. Dinas LH dan aparat penengak hukum juga dapat mengantisipasi pembuangan limbah sembarangan. Begitu ketemu di lapangan, bisa langsung ditindak seperti pelaku pencemaran limbah industri dan B3.

“Kalau sebelumnya kita seperti tidak bekerja, ini semua karena kewenanangan. Kita hanya sebatas membuat laporan lalu penyegelan. Sekarang kita bisa koordinasi dan menindak, tinggal koordinasi saja dengan dinas LH,” tegas Lutfi.

Sebelumnya, meski sudah ditindak seakan tak ada kapoknya perusahaan membuang limbah ke Kali Bekasi. Akhir pekan lalu, petugas menemukan sambungan saluran ilegal di bawah permukaan air Kali Bekasi persisnya di Jalan Cipendawa Baru, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menduga saluran itu dibuat oleh perusahaan untuk membuang limbahnya langsung ke sungai.

”Saluran itu ditemukan di kedalaman dua meter, setelah petugas kami melakukan penyelaman di dasar sungai,” terang Jumhana Luthfi, Minggu (7/4).

Sebelum ditemukannya saluran ilegal itu, pihaknya telah melakukan penyisiran Kali Bekasi sepanjang Jumat (5/4). Penyisiran itu berdasarkan adanya laporan warga yang menyebut terjadinya perubahan warna air kali dari cokelat jadi putih. Termasuk adanya gelembung yang berasal dari dasar kali.

Dari laporan itu, kata Luthfi, petugas melakukan penyelaman ke dasar Kali Bekasi. Hasilnya ditemukan sambungan pipa pembuangan yang ditanam di dasar sungai. ”Saat dicek rupanya ada saluran pembuangan di dalam kali. Ini pasti saluran pembuangan limbah ilegal dari salah satu perusahaan,” cetusnya.

Atas temuan itu, kata dia, petugas langsung mengambil sampel air untuk diuji kandungannya di laboratorium milik Pemkot Bekasi. Hasil uji laboratorium itu, kata dia, baru terlihat pada pekan depan. ”Uji laboratorium diperlukan untuk dijadikan alat bukti, karena akan terlihat jenis kandungan limbah dan perusahaan mana yang membuang limbah di saluran ilegal ini,” katanya. (ADV/DinasLH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here