Meski didukung puluhan rumah sakit swasta, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan, hingga saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan kamar rawat inap untuk warga yang berobat. Dan hal ini bisa berdampak fatal, yakni kematian terhadap pasien. Salah satunya yang terjadi di RS Anna Medika, Senin (8/4) yang menimpa almarhumah Siti Djainab, istri dari salah satu tokoh masyarakat Bekasi Utara, Ustad H Kamil Sofyan.

Banyak warga Kota Bekasi yang mengalami keterlambatan penanganan saat berobat ke rumah sakit. Kehadiran gedung-gedung baru RSUD Kota Bekasi juga tak menunjukkan adanya perbaikan akan persoalan tersebut. Bahkan tak sedikit warga Kota Bekasi yang harus meregang nyawa karena tak kunjung mendapatkan perawatan setelah ditangani di ruang IGD ataupun ICU.

Seperti yang dialami Ustadz Kami Sofian. Dia harus merelakan kepergian istri tercintanya, almarhumah Siti Djaenab karena tak kunjung mendapat kamar rawat di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Utara, Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Mulya, Bekasi Utara, Senin (8/4).

Awalnya dia mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari pihak RS Anna Medika Bekasi Utara. Dibantu oleh Lurah Harapan Mulya Bekasi Utara, Andi Pristanto, Kamil tak mendapat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan pertama dari RS Anna Medika.

Sang istri yang hanya sakit gigi itu langsung ditangani dengan cepat oleh pihak RS Anna Medika. Sayangnya, harapan untuk melihat istri untuk sembuh, pupus karena pihak rumah sakit tidak mempunyai kamar rawat karena sudah penuh.

RS Anna Medika pun merujuk pasien ke RSUD Kota Bekasi. Namun, pihak RSUD belum mau menerima, karena lagi-lagi tidak memiliki kamar rawat yang kosong. Harapan itupun semakain pupus, karena hingga pukul 15.00 WIB kedua rumah sakit milik pemerintah dan swasta itu tak kunjung menyampaikan kabar yang membuat hatinya tenang.

Hingga akhirnya pukul 19.30, istri yang dia cintai itupun dikabarkan sudah pergi menghadap Ilahi.

“Saya tak menyangka kalau kepergian istri saya begitu cepat. Padahal, subuh pagi kami masih shalah berjamaah dan almarhumah wiridan (ngaji). Pagi harinya, istri saya ngaku sakit gigi. Hanya itu. Akhirnya saya bawa ke RS Anna Medika lewat rekomendasi Pak Lurah karena saya menggunakan KS (Kartu Sehat) berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan). Ya, saya bangga juga karena langsung mendapat perawatan, namun siangnya saya gelisah karena sepertinya pihak RS Anna Medika seakan menolak secara halus dengan merujuk istri saya ke RSUD,” papar Kamil yang akrab disapa Ayah.

Dia pun melanjutkan, “Alasannya, peralatan di RS Anna Medika kurang lengkap karena virus yang ada di gigi istri saya langsung menyerang ke otak dan paru-paru. Jadi harus dirujuk ke RSUD. Namun, pihak RSUD belum mau menerima karena belum ada kamar yang kosong,” lanjut Kamil.

Dalam penantian menunggu adanya kamar itulah, akhirnya sekitar pukul 19.30 Siti Djainab meninggal dunia.

Menanggapi hal ini, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengaku akan memanggil pihak RS Anna Medika. “Kalau memang (mereka) melakukan kesalahan kita akan panggil, kita evaluasi dulu kemungkinan-kemungkinan kenapa kejadian itu bisa terjadi,” kata Rahmat Effendi di Stadion Patriot, Selasa (9/4).

Meski begitu, Walikota menyayangkan kalau masih ada rumah sakit swasta yang belum sepenuh hati melayani pengobatan warga pengguna KS. “Saya pikir tidak sampai ke sana (karena mereka menggunakan KS). Karena Pemkot Bekasi saja sudah banyak memutus kontrak dengan rumah sakit yang tidak mau mendukung kebijakan Pemkot Bekasi,” jelas Pepen—sapaan akrabnya.

“Tapi sekali saya bilang, kami akan lihat dulu kemungkinan-kemungkinannya,” tambah Walikota.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Sumpono Brama menegaskan bahwa seluruh RS swasta yang bekerjasama dengan program Pemerintah Kota Bekasi harus melayani masyatakat dengan sebaik-baiknya.

“Pelayanan pasien pengguna KS itukan sudah SOP-nya bang. Itu juga secara rutin kita evaluasi. Pemkot Bekasi jugakan sudah memutus kontrak dengan RS swasta yang masih nakal,” ujarnya.

Sementara itu, Humas RS Anna Medika Bekasi Utara, Dewi ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mencari informasi terkait pasien yang meninggal tersebut. “Maaf mas, saya udah di rumah. Terkait pasien itu, kami juga tengah mengevaluasi dan mencari penyebab kenapa sampai ada kejadian seperti itu,” kata Dewi. (bona)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here