Zulkarnain Alfisyahrin Minta Masyarakat Kota Bekasi & Depok Tolak Politik Uang

Read Time1 Minute, 7 Seconds

CALON anggota legislatif (caleg) Partai NasDem Zulkarnain Alfisyahrin meminta masyarakat tak menerima praktik jual beli suara atau money politic pada Pemilu 2019. Karenanya, dia juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kota Bekasi untuk mengawal ketat pelaksanaan pemiu kali ini.

“Ya tidak boleh ada politik uang. KPU dan Bawaslu harus bersikap tegas mengawal pemilu kali ini. Jika ada yang terlibat politik uang, pecat atau coret dari daftar caleg, termasuk petugas di lapangan seperti anggota Panwascam dan KPPS,” tegas caleg Dapil 8 Nomor Urut 9 Kota Bekasi dan Kota Depok ini.

Mantan wartawan HU Media Indonesia ini menyebut praktik itu tak terpuji dan merusak demokrasi. Ia menyarankan para kandidat yang berkompetisi di Pileg maupun Pilpres 2019 tak mempraktikannya.

“Saya kira money politic jangan kita gunakan cara-cara begitu lah, apalagi sampai melibatkan petugas di lapangan. Pecat jika ketahuan dan coret caleg yang mencoba-coba main uang untuk membeli suara,” paparnya.

Dosen Universitas Islam ‘45’ dan Institut Bisnis Muhmmadiyah Bekasi ini menyarankan masyarakat memilih kandidat wakil rakyat maupun calon presiden di Pemilu 2019 sesuai dengan hati nuraninya.

Pengurus KONI Kota Bekasi ini meyakini masyarakat Kota Bekasi dan Depok a sudah banyak yang cerdas dan melek politik ketimbang mau dibohongi dengan iming-iming politik uang. “Harus dengan kesadaran kita, pilihan kita dari hari nurani, saya kira sekarang sudah ke arah sana. Walaupun dikasih duit, mungkin duitnya diterima tapi pilihannya tetap,” tegas Zul—sapaan akrabnya. (jim)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close