PEMILIHAN Umum (Pemilu) 2019 tinggal hitungan jam. Tapi, Partai Gerindra Kota Bekasi masih saja kisruh antar pengurus. Salah satu pengurusnya, Tahapan Bambang Sutopo (TBS) membantah tuduhan yang dilakukan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) terhadap dirinya soal penggelapan mobil ambulan partai untuk kepentingan pribadi.

“Itu Hoax bang,” kata TBS kepada Koran Bekasi saat dikonfirmasi, Minggu (14/4) melalui pesan singkat Whatsapp.
Bahkan TBS sempat mengirimkan foto mobil ambulance yang saat ini ditempeli stiker Partai Gerindra dan foto pasangan Prabowo – Sandi. Ia juga mengatakan dirinya saat ini tengah fokus terhadap pemenangan Prabowo – Sandi di Pemilihan Presiden 2019. Ia juga meminta untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang bila tuduhan kepada dirinya dianggap benar.

“Saya saat ini lagi konsentrasi pemenangan bapak Prabowo – Sandi dan Pileg 2019 jadi apabila ada pihak-pihak yang saat ini mengganggu saya, sama saja orang tersebut mau menghancurkan atau jadi pengacau pemenangan calon Presiden – Wakil Presiden kita, serta tidak menghendaki Gerindra menang di Kota Bekasi. Dan apabila hal tersebut di atas dianggap benar saya persilakan laporkan kepada pihak yang berwenang,” tegas TBS.

Sebelumnya ramai diberitakan, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi Ibnu Hajar Tanjung mengecam tindakan salah seorang pengurus partai yang diduga menggelapkan mobil ambulan partai untuk kepentingan pribadi. Hal tersebut diakui Tanjung sejak mobil merk Daihatsu dengan nomor polisi B 9682 PCE diserahkan oleh Sekretaris DPC Boy David Taga kepada TBS beberapa waktu lalu.

Paska penyerahan itu, ia tidak pernah melihat keberadaan mobil. Padahal DPP memberikan mobil tersebut untuk kepentingan masyarakat.

“Waktu diberikan oleh DPP, mobil itu lengkap dibranding logo Gerindra dan foto Prabowo. Tapi informasi yang saya terima sekarang mobil itu sudah polos tanpa atribut partai. Parahnya, mobil itu digunakan bukan untuk kepentingan rakyat yang membutuhkan,” kata Tanjung.

Sebagai pengurus partai yang juga masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, TBS, kata Tanjung, tidak seharusnya melakukan tindakan yang dapat memancing kemarahan DPP dan kader partai di Kota Bekasi. Terlebih, pelucutan atribut partai dan foto Prabowo dari mobil merupakan tindakan pelecehan terhadap Partai Gerindra.

Tanjung mengimbau agar mobil tersebut segera dikembalikan dan atribut yang dicopot dipasang kembali seperti semula.

“Habis pilpres selesai, jika tidak dikembalikan oleh dia, maka kami tarik, selanjutnya kita fungsikan mobil ini sebagaimana kehendak DPP. Tidak ada alasan buat dia untuk menahan keberadaan mobil partai,” tegasnya. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here