Evi Mafriningsianti, ca­lon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Bekasi dari Partai PAN optimis meraih satu kursi di Dapil 1 Bekasi Timur – Bekasi Selatan. Ia menyebut, dirinya bersama tim sudah melakukan penghitungan real count C1 berbasis data sementara dengan total 4.585 suara dari 94% C1 yang sudah masuk.

Ia juga menyebutkan partainya mengalami peningkatan dari pemilu sebelumnya. Pemilu 2014 partai berlambang matahari ini mendapat 8.697 suara, sedangkan tahun ini memperoleh 16.819 suara.

“Rekap ini sifatnya sementara tapi tidak akan berubah banyak dari yang sudah kita keluarkan. Dan syukur alhamdulillah, ini menunjukkan kita akan memperoleh satu suara dari dapil satu dan akan terisi oleh PAN. Ada sembilan kursi di Dapil 1, hitungan secara metode estimasinya PAN ada di posisi kursi ke-5. Dari sembilan kursi di Dapil 1 tersebut, 11 diantaranya incumbent dan PAN tidak termasuk incumbent. Tentunya ini tidak mudah bagi saya, dan kami harus bekerja keras agar suara PAN lebih maksimal,” kata Evi kepada Koran Bekasi, Selasa (23/4).

Meningkatnya perolehan suara PAN ini disebut Evi sebagai buah dari kerja keras para kader dan relawan. “Saya apresiasi para kader, relawan Bekasi, khususnya Ketua PAN Bekasi atas kerja kerasnya hingga suara PAN berhasil naik,” ungkap Evi yang juga Ketua Umum DPP Perempuan Amanat Nasional (PUAN).

Pada kesempatan ini, Evi berharap tidak ada kecurangan pada penghitungan suara. Ia meminta kepada semua pihak untuk mengawasi proses penghitungan suara hingga selesai.

“Saya berharap fenomena penggelembungan suara tidak terjadi di Kota Bekasi. Mari sama-sama kita awasi agar tidak terjadi penggelembungan suara. Terima kasih pada warga Bekasi Dapil 1. Insya Allah kami akan amanah menjaga komitmen dan memperjuangkan kepentingan warga Bekasi Timur dan Bekasi Selatan,” tandas Evi.

Ia juga mengajak semua pihak terutama penyelenggara pemilu agar hasil rekapitulasi C1 bisa dibuka dan diketahui oleh masyarakat sehingga tingkat kecurangan bisa diminimalisir. Ia berharap tidak ada ada penggelembungan suara.

“Mudah-mudahan kericuhan tentang penggelembungan suara tidak terjadi dengan bisa menampilkan C1 kepada masyarakat dan kita mendorong KPU Kota Bekasi bertanggung jawab agar mempublikasikan pihak-pihak yang ingin mengakses agar diberi kemudahan,” tutup Evi. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here