KOTA yang berkembang adalah kota yang memiliki fasilitas terbaik, salah satunya di bidang kesehatan. Selain dibutuhkan tangan dingin seorang pemimpin (Walikota), diperlukan juga seorang kepala dinas yang berkompeten untuk membantu kerja kepala daerah.

Kota Bekasi sendiri beruntung memiliki pemimpin seperti Rahmat Effendi. Namun di balik itu ada sosok perempuan pekerja keras dan cerdas yang membantu kerja-kerja Walikota, khususnya di bidang kesehatan.

Adalah Tanti Rohilawati, wanita kelahiran Tasikmalaya yang merupakan sosok yang berdiri di belakang Rahmat Effendi sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Perempuan yang bercita-cita sebagai dokter ini mengawali karirnya di dinas kesehatan sejak masih menjadi pelaksana di Kanwil Depkes Provinsi Jawa Barat pada 1988.

Tanti juga sempat berpindah-pindah tugas ke Lombok Timur dan Jawa Tengah, sebelum akhirnya masuk ke Kota Bekasi pada 2002 sebagai pelaksana.
Lika liku pekerjaan sebagai ASN (aparatur sipil negara) menuntut Tanti harus bisa menyelesaikan tugas dari pimpinan dengan baik dan tepat waktu.

Berkat pengalamannya, karirnya pun terus melonjak hingga ia dipercaya mengambil dua jabatan sekaligus yakni sebagai Sekretaris Dinas dan PLt (pelaksana tugas) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi pada 2017 – 2018. Dan kini Tanti dipercaya untuk memimpin Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Dalam hidup saya memang prinsip saya itu bagaimana kita bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh pimpinan. Dan hasilnya juga harus baik dan tepat waktu. Dan di Dinas Kesehatan ini, sebagai unsur Pembantu Walikota dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Kesehatan, kita terus berupaya mengelola upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Kita juga harus bisa membuat perencanaan dan pengembangan SDM Kesehatan yang matang. Pembinaan sarana farmasi, alat kesehatan dan dan IRTP serta pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan,” kata Tanti saat diwawancara Koran Bekasi di ruangannya, Selasa (23/4).

Dalam perjalanannya, tentu banyak suka duka yang mengiringi. Namun dalam benaknya ia selalu berpikir untuk terus memberikan pengabdian yang lebih besar bagi masyarakat Kota Bekasi.

“Tentunya dari pengalaman ini banyak pembelajaran dalam memimpin organisasi dari Walikota Bekasi. Saya juga banyak mendapatkan dukungan dari Pak Walikota terkait program kesehatan. Senang juga bisa bekerjasama dengan seluruh aparatur Dinas Kesehatan termasuk UPTD (unit pelaksana tugas daerah) dan dapat menyelesaikan tugas dan pimpinan,” kata Tanti.

Terkadang sebagai manusia biasa ia juga sering mengalami kegagalan jika dirinya tidak dapat menyelesaikan tugas sehingga ditegur pimpinan. Namun semuanya itu dilewati dengan sepenuh hati dan juga ada dukungan dari keluarganya.

Ia juga sempat menceritakan pengalaman yang paling berkesan sebelum menjadi kepala dinas, yaitu saat dirinya menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan. “Saya harus betul-betul bertanggungjawab dalam mensukseskan program KS (kartu sehat) berbasis NIK (nomor induk kependudukan) yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Bekasi,” jelas Tanti.

Dalam bekerja dan membangun kemajuan Kota Bekasi di bidang kesehatan, ia juga tidak pernah sendiri. Sebab, Tanti punya tim yang solid. Baginya, tim yang solid adalah tim yang mempunyai komitmen mencapai tujuan yang sama serta mempunyai kompetensi dan mampu bekerjasama satu sama lain.

“Alhamdulillah di Dinas Kesehatan Kota Bekasi mempunyai komunikasi yang baik serta tanggung jawab dan dapat berpikir kreatif. Dalam setiap penugasan pada situasi apa pun juga dapat melaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” terangnya.
Tanti juga merasa beruntung memiiki sosok pemimpin seperti Rahmat Effendi. Berkat Rahmat Effendi, banyak kemajuan yang sangat signifikan dirasakan warga Kota Bekasi. Sebab, saat ini Kota Bekasi sudah menjadi kota besar yang status kesehatannya di atas rata-rata kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

“Angka harapan hidup masyarakat Kota Bekasi sudah meningkat dari 74,18 tahun 2014 menjadi 74,63 tahun 2017. Hal ini didukung oleh komitmen Walikota Bekasi untuk pemenuhan kesehatan melalui upaya kesehatan yang komprehensif meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan berkesinambungan. Kita patut berbangga karena masyarakat dapat merasakan keberhasilan dalam pemenuhan pelayanan dasar untuk masyarakat (KS-NIK) dan pendidikan gratis,” papar Tanti.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur termasuk fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit juga terus bertambah untuk memberikan pelayanan lebih cepat dan lebih dekat untuk masyarakat. Demikian juga mutu pelayanan di puskesmas yang terus ditingkatkan dengan akreditasi puskesmas di 31 puskesmas dari 42 yang ada (74%).

“Dalam hal kesejahteraan ASN sudah semakin meningkat dengan adanya tunjangan daerah termasuk yang paling tinggi di Jawa Barat yang harus kita syukuri. Dan masih banyak keberhasil-keberhasilan yang diraih oleh Pemerintah Kota Bekasi selama dipimpin Bapak Rahmat Effendi, semoga masyarakat Kota Bekasi tambah sejahtera terutama ASN,” tambahnya. (jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here