TIM Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Bekasi melakukan pembahasan rencana pembangunan terminal tipe A terpadu di Jatiasih, Kota Bekasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) di ruang kerja Kepala Dinas Pehubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, Rabu (24/4).

TPP dipimpin Benny Tunggul dan didampingi 5 ànggota. Sedangkan pihak Dishub diwakili Sekretaris Dishub Dedet Kusmayadi dan Kepala Bidang Sarana Teguh Indrianto.

Terkait rencana pembangunan terminal tipe A terpadu tersebut, Teguh Indrianto menjelaskan, kondisi terminal yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan menampung bus antar kota antar provinsi. Alasannya, terminal yang terletak di Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur itu adalah tipe B dengan luas lahan sekitar 1,3 hektar.

Menurut Teguh, terkait rencana pembangunan terminal tipe A terpadu ini sudah lama diprogramkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Bahkan tahun 2005, kata dia, Detail Engineering Design (DED) atau proyek perencanaan fisiknya, sudah pernah dibuat. 

Dia juga mengakui, untuk lokasi lahan terminal tipe A seluas 5 hektar sudah diajukan ke pengembang perumahan
PT Prestasi Mahkota Utama yang memiliki lahan seluas 50 hektar.

“Surat permohonan sudah kami ajukan dua minggu lalu. Tapi, secara lisan sudah kami ajukan mulai awal Februari 2019,” kata Teguh kepada anggota TPP.

Selain itu, katanya, surat permohonan ke Dirjen Perhubungan Darat juga sudah diajukan. Pada prinsipnya, pengembang tidak keberatan untuk memberikan lahan fasos/fasumnya dibangun terminal tipe A. Tapi, keputusan dari pimpinan pengembang hingga saat ini belum ada, sehingga masih perlu ditindak lanjuti.

Hal yang sama juga dikatakan Dedet Kusmayadi. Menurut dia, rencana pembangunan terminal tipe A ini masuk katagori Proyek Strategis Nasional (PSN). Untuk itu, dia mengaku berterima kasih atas kedatangan anggota TPP untuk membahas rencana pembangunan terminal tersebut . Tapi, biar prosesnya lebih cepat terealisasi, dia berharap segera dibentuk tim kecil.

“Perlu dibentuk tim untuk mempercepat perencanaan pembangunan terminal ini. Seperti dari pihak Bappeda, Distaru, Dishub dan TPP. Tapi leading sektornya tentunya ada di Bappeda,” kata Dedet.

Dia mengaku sudah gerah melihat keberadaan terminal yang ada sekarang. Kalau terminal tipe A terpadu ini sudah jadi dibangun, kata dia, terminal yang ada sekarang mungkin akan dirubah akses jalannya.

Ketika disinggung terkait dana yang akan digunakan untuk perencanaan dan pembangunan terminal tipe A ini, Dedet menyebutkan semua bersumber dari pemerintah pusat.

“Dananya sudah siap dari pemerintah pusat. Tinggal menunggu kesiapan kita untuk melaksanakan di lapangan,” katanya.

Usai melakukan koordinasi dengan Dishub, Benny Tunggul mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan kepala Bappeda Kota Bekasi. Dia juga berharap pembangunan terminal tipe A terpadu ini bisa segera direalisasikan. Menurut dia, dana yang sudah disiapkan pemerintah pusat harus segera direspon Pemkot Bekasi, jangan sampai dibiarkan.

“Rencana pembangunan terminal tipe A ini sudah lama. Sekarang, pemerintah pusat sudah menyediakan anggaran, jadi kita harus memanfaatkan momen ini untuk kemajuan Kota Bekasi,” kata Benny Tunggul.

Dia juga sangat setuju dibentuk tim untuk mempercepat proses pembangunan terminal tipe A terpadu tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menyebutkan, Pemkot Bekasi pada tahun 2019 ini telah membuat perencanaan untuk pembangunan terminal bus terpadu seluas 5 hektar di bilangan Kecamatan Jatiasih. Terminal tersebut akan dibangun pemerintah pusat menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Rencana pembangunan terminal tersebut akan dilakukan secara bertahap dan maraton untuk mengurangi beban di terminal terpadu Bekasi yang saat ini sudah dalam kondisi over load.
 
Menurut Yayan Yuliana, pembangunan terminal yang akan menjadi terbesar di wilayah Kota Bekasi itu sengaja dibuat di daerah Kecamatan Jatiasih karena paling dekat dengan gerbang Tol Jatiasih.
 
“Kondisi Terminal Bekasi saat ini kan sudah over kapasitas, sehingga kita berencana membangun terminal terpadu tipe A di Kecamatan Jatiasih,” ucap Yayan Yuliana.
 
Dia mengatakan luas lahan terminal yang disiapkan sekitar lima hektar, dan akan dibangun di sekitar daerah Kebantenan Jatiasih. Rencana itu, kata dia, telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi. Yayan optimis tahun ini DED dan FS (fasibility study ) terminal tersebut akan diselesaikan Bappeda Kota Bekasi.
 
“DED dan FS-nya kita targetkan selesai tahun ini,” kata Yayan.
 
Yayan juga menjelaskan bahwa pada tahun ini Pemerintah Kota Bekasi akan merevitalisasi terminal terpadu Bekasi karena kondisinya saat ini sudah dalam kondisi over kapasitas.
 
“Bukan hanya akan membangun terminal baru, kita juga akan merevitalisasi terminal terpadu Bekasi. Mudah-mudahan semuanya dapat kita mulai dan selesaikan sesuai jadwal yang direncanakan,” kata Yayan. (gar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here