BACK to mosque yaitu kembali mengandang ke masjid itulah kata yang sangat tepat untuk mengisi 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. Tidak terasa Ramadan akan meninggalkan kita dan kita akan merasa sangat sedih karena dalam bulan Ramadan ini semua doa akan diijabah, semua kebaikan dilipatgandakan, dosa-dosa dihapus, shodaqoh diterima, dibebaskan siksa api neraka, syurga pun sangat merindukan dan kesempatan mendapatkan satu malam lailatul qodar yang bernilaikan 1000 bulan beribadah akan diraih bagi orang yang mampu mengisi 10 hari terakhir dengan baik dan sungguh-sungguh. Keistimewaan ini Allah siapkan hanya ada di terakhir bulan suci Ramadhan.

Ustadz Nur Anwar Amin yang biasa disapa Ustadz Adjie Nung (UAN) sekaligus Ketua Yayasan Wafizs Al-Amin Center juga tidak ketinggalan dapat mengisi detik-detik berakhirnya Ramadhan sebagai penceramah kultum Zhuhur di Masjid Attaqwa KH Noer Alie, Pondok Pesantren Attaqwa Ujungharapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (27/5) dengan mengikuti program I’tikaf 10 terakhir Ramadhan yang memang setiap tahun diikutinya.

Ramadhan tahun 1440/2019 ini sangat terasa perbedaanya dibanding tahun-tahun sebelumnya, terasa lebih sempurna, karena tahun ini guru kharismatik putra pendiri Yayasan Attaqwa yaitu Abuya KH Nurul Anwar Lc bin KH Noer Alie masih terbaring di RSPAD Gatot Subroto Jakarta terkena struk. Kita doakan semoga abuya cepet sehat, cepet pulih dan bisa membimbing jamaah mu’takifin yang sedang beri’tikaf ini.

I’tikaf adalah salah satu sunah Rosululloh SAW yang sangat dianjurkan. Rasululloh SAW pun melakukan I’tikaf ini sampai akhir hayat, kemudian diikuti para istri beliau, dan ibadah I’tikaf sunah Nabi SAW yang sangat minim sekali di era modern ini umatnya bisa menjalankan sunah yang satu ini.

“Tapi beda halnya di masjid Attaqwa yang begitu banyak perserta yang antusias ikut beri’tkaf mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, para orang tua dan para guru-guru Attaqwa yang siap membimbing para santri yang diwajibkan untuk beri’tikaf. Kegiatan I’tikaf ini sudah dijalankan sejak zaman KH Noer Alie sekitar tahun 1973, sudah 46 tahun silam saat itu masi belasan jamaah yangg ikut, namun sekarang ini hampir 1000-an jamaah yang ikut, tradisi yang dijalankan di zaman KH.Noer Alie sudah I’tikaf full day 10 hari terakhir bulan Ramadhan dimulai tanggal malam 21 Ramadhan sampai malam takbiran,” papar Ustad Adjie Nung dalam tausiahnya.

“Ada juga pengajian tadarus Al-quran perkelompok, ada tausiah dan shalat qiyamulail berjamaah,” timpal KH Syatibi SH, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Bantargebang Kota Bekasi yang juga menantu almaghfurlah KH Noer Alie yang tidak pernah absen mengikuti I’tikaf ini.
Ustadz Adjie Nung melanjutkan, ada tiga amalan diterkahir bulan suci Ramadhan yang pahalanya setara dengan pahala haji dan umroh. Pertama, Beri’tikaf di-10 terakhir Ramadhan.

Dalam buku Tuntunan Praktis I’tikaf yang disusun langsung oleh KH Noer Alie disebutkan, dalam Hadist Hasan bin Ali RA, Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang melakukan I’tikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan, maka baginya pahala seperti orang mengerjakan dua kali haji dan dua kali umroh. Kesempatan meraih pahala seperti ini hanya ada di-10 terakhir bulan Ramadhan, sangat rugi jika kita tidak mengisinya dengan beri’tikaf, apalagi sangat berat untuk memperoleh pahala haji dan umroh itu, belum tentu Ramadhan tahun akan datang kita masi diberikan kesempatan lagi oleh AllahSWT,” jelas Adjie Nung yang juga pemeran utama dalam Film Rindu Baitulloh karya KBIH Attaqwa KH Noer Alie Bekasi.

Kedua, Berumroh di bulan Ramadhan. Dalam sebuah keterangan dijelaskan bahwa ibadah umroh di bulan Ramadhan akan diganjar dengan pahala yang setimpal atau setara dengan pahala orang yang melakukan ibadah haji bersama Rasululloh SAW. Dalil yang menunjukan keutamaan ini adalah sabda Nabi SAW. Kepada wanita Anshor yaitu Ummu Ma’qil yang tidak bisa ikut serta dalam melakukan ibadah haji, dengan alasan tidak memiliki biaya yang cukup untuk melakukan perjalanan, lalu Nabi SAW bersabda : “Apa yang menghalangi kamu tidak ikut haji bersama kami?

Dia berkata; “Kami hanya punya dua ekor onta, yang satu dibawa oleh suami dan anak kami pergi haji bersamamu, yang satu lagi kami gunakan untuk menyiram kebun.

Maka Nabi SAW berkata: “Jika datang bulan Ramadhan, lakukanlah umroh, karena umroh di bulan Ramadhan senilai haji bersamaku.” (HR Bukhori).

Inilah pahala yang sangat spektakuler yang Allah siapkan bagi orang yang mampu melaksanakanya, sangat tidak mungkin kita bisa berhaji bersama Nabi SAW, karena Nabi SAW tidak lagi hidup bersama kita, namun Nabi SAW memberikan kesempatan bagi umatnya dapat meraih pahala haji bersamanya.

Ketiga, melakukan Sholat Sunat Syuruq (isyroq) yaitu sholat sunat yang dikerjakaan sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Sholat ini dapat dilakukan dengan syarat sebelumnya telah sholat shubuh berjamaah di masjid lalu tetap duduk atau beribadah di masjid itu dengan berdzikir, membaca Al-quran atau ibadah lain sampai matahari terbit setelah 15 menit dari terbitnya matahari lalu mengerjakan sholat syuruq dua rakaat dan pahala sholat ini tercatat seperti pahala ibadah haji dan umroh sempurna.
Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang melaksanakan sholat shubuh berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah SWT sampai terbit matahari, lalu sholat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umroh.”

Nabi SAW kemudian berkata : “Sempurna, sempurna, sempurna” (HR.Tirmidzi). Moment I’tikaf di 10 terakhir bulan Ramadhan ini adalah saatnya kita bisa mengamalkan sholat syuruq ini jika di rumah rasanya berat kita bisa lakukan ini karena masih banyak hal-hal lain tentang keduniaan yang kita kerjakan.

Adjie Nung seperti biasa selalu mengajak kepada semua kaum muslimin untuk bisa mengeluarkan zakat fitrah, zakat mal, berinfaq dan shodaqoh. Dalam rangka meningkatkan kebaikan dan amal sholeh selama bulan suci Ramadhan, Yayasan Wafizs Al-Amin Center mengajak kepada semua umat muslimin untuk membayar zakat, infaq shodaqohnya untuk membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan. Untuk itu, mari dukung program-program Yayasan Wafizs Al-Amin Center dengan donasi yng anda salurkan melalui Bank Syariah Mandiri (7117824823) Bank Mandiri (1560014970331) dan Bank BNI (0814106854) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center.

Yayasan Wafizs Al-Amin Center juga telah membuka beberapa gerai pelayanan dan penerimaan zakat, infaq, shodaqoh dan dana social lainya di Plaza THB, Naga Swalayan Tambun dan di Mall Matropilitan Bekasi. Donasi juga dapat disalurkan dengan mendatangi langsung kekantor Yayasan Wafizs al-Amin Center yang berlamat di Ruko Prima Orchard Blok C no.06 jl. Raya Perjuangan No.01 Harapan Baru Bekasi Utara, 17123. Tlp. (021) 89234861 dan WA Center (0857 7814 1993). Anda juga bisa mengakses website di www.wafizs.com untuk memilih program donasi yang telah tersedia. Ikuti juga social media Yayasan Wafizs al-amin Center : Wafizs Al-Amin Centre (facebook) @wafizs_center (Instagram) wafizs center (youtube). (UAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here