KALI ini, Ustadz Nur Anwar Amin yang biasa dipanggil Ustadz Adjie Nung (UAN) sapaan akrabnya, mendapat kesempatan menjadi Khotib Jum’at terakhir bulan Ramadhan 1440/2019 di Masjid Jami Attaqwa Pondok Pesantren Attaqwa KH Noer Alie Ujungharapan Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/5) yang dihadii ribuan jamaah, karena Masjid Attaqwa memang siap menampung 7.500-an jamaah. Bersamaan juga ada 1000-an jamaah mu’takifin yang ikut serta beri’itikaf mengisi 10 terakhir bulan Ramadhan. Antusiasme jamaah untuk menyimak begitu khusyu’ dan khidmat, mengingat ini adalah shalat jumat terakhir di penghujung bulan Ramadhan.

“Di bulan yang sangat baik ini, di bulan yang sangat mubarok ini, di bulan dimana seluruh doa-doa kita diijabah oleh Allah SWT. Di kesempatan terakhir bulan Ramadhan ini marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan selalu menjalankan semua perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan-larangan Allah karena dengan ketaqwaan itulah bekal yang terbaik yang akan kita bawa ketika kembali menghadap Allah untuk selamanya,” ujarnya.

“Sekarang ini kita sudah berada dipenghujung bulan Ramadhan, hari Juma’at terakhir di bulan Ramadhan, dan kita tidak tahu apakah Ramadhan yang akan datang kita masih dipertemukan lagi oleh Allah atau tidak, apakah Ramadhan tahun akan datang kita masih sehat atau sakit, Ramadhan akan meninggalkan kita sementara masih banyak hal-hal di bulan Ramadhan ini yang tidak kita maksimalkan. Karena itu di 10 terakhir bulan Ramadhan ini, Allah berikan kepada kita bonus pahala yang luar biasa besarnya, bonus pahala yang sudah Allah siapkan buat orang-orang yang mengisi, detik-detik akan ditinggalkannya kita dengan bulan Ramadhan, semakin berakhirnya bulan Ramadhan, semakin besar anugrah Allah yang Allah berikan kepada kita. Karena itu pula dikesempatan kali ini, saya akan sampaikan 4 Keuntungan dan Keberuntungan di 10 terakhir bulan Ramadhan,” papar Adjie Nung.

Dia melanjutkan, keuntungan pertama; Kita mendapatkan ITQUN MINANNAR (dibebaskan dari siksa api neraka), orang yang mengisi bulan Ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan, orang ini akan mendapatkan dan dibebaskan oleh Allah dari siksa api neraka. Di akhirat kelak, Allah hanya menyiapkan dua tempat, “Syurga dan Neraka” dan kita tidak tahu apakah kita masuk kedalam Syurganya Allah atau masuk kedalam Nerakanya Allah. Salah satu usaha kita supaya kita dibebaskan oleh Allah masuk kedalam nerakaNya, maka isilah di 10 terakhir bulan Ramadhan dengan maksimal.

Rasululloh SAW dalam HR Imam Muslim mengatakan : “Ketika bulan Ramadhan tiba Rasululloh bersungguh-sungguh memprioritaskan untuk mengisi hari-hari bulan Ramadhan, terutama Rosululloh lebih bersungguh-sungguh lagi saat detik-detik di 10 terakhir bulan Ramadhan”.

Dalam Hadist yang lain yang diriwayatkan Salman Al-Farisi dimana Rosululloh saat berkhutbah di Jumat terakhir dibulan Sya’ban, Rasululloh berpesan kepada semua yang hadir didalam shalat Jumat itu; “Wahai manusia sungguh telah dinaungi bulan yang sangat agung dan berkah, bulan yang awalnya rohmah, pertengahannya maghfiroh (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari pada siksa neraka. Jika kita ingin dibebaskan dari siksa api neraka, dan tidak ingin masuk kedalam nerakanya Allah, maka maksimalkanlah detik-detik kita ditinggalkanya bulan Ramadhan, bulan yang sangat dicintai oleh Rasululloh SAW.”

Keuntungan kedua; akan mendapatkan nikmat nilai ibadah satu malam lebih baik dari pada 1.000 bulan yaitu 83 tahun yang disebut dengan LAILATUL QODAR, lailatul qodar ini walaupun banyak perbedaan pendapat ulama, ada yang mengatakan lailatul qodar ini akan turun di awal Ramadhan, ada yang mengatakan di malam 17 Ramadhan, ada juga yang mengatakan di seluruh bulan Ramadhan, tetapi banyak hadist-hadist yang menjelaskan, bahwa lailatul qodar ini akan jatuh pada malam 27 Ramadhan. Malam 27 Ramadhan ini hanya ada di 10 terakhir bulan Ramadhan, saat kita mendapatkan satu malam laitul qodar, maka kita sudah mendapatkan nilai ibadah kita lebih daripada 1000 bulan.

Karena itu ada satu teori yang disebutkan dalam suroh al-qodar, inna anzalna hu fi laitil qodar.  Allah menyebutkan 3 kali kata lailatul qodar, sementara lailatul qodar terdiri dari 9 huruf, 9 x 3 = 27, artinya lailatul qodar ini akan jatuh dimalam 27 Ramadhan, bagi orang-orang yang bisa dan mampu mengisi di 10 terakhir bulan Ramadhan, maka insya Allah orang ini akan meraih dan mendapatkan kesempatan malam lailatul qodar.

Keuntungan ketiga; dapat menjalankan satu sunah Rasululloh yang hanya bisa dilakukan satu tahun sekali yaitu melaksanakan I’tikaf, I’tikaf ini hanya ada di bulan Ramadhan dan satu tahun sekali, ketika mampu beri’tikaf di 10 terakhir bulan Ramadhan berarti kita sudah bisa melaksanakan sunah Rasululloh SAW, dimana Rosululloh SAW dulu pernah beri’itikaf di 10 pertama bulan Ramadhon, Nabi juga pernah ber’itikaf di 10 kedua bulan Ramadhan, kemudian malaikat Jibril datang kepada Rasululloh dan menyampaikan kepada Rasululloh : “Sesungguhnya dipenghujung atau di 10 terakhir bulan Ramadhan, itu adanya I’itikaf, siapa yang suka dengan beri’itikaf, maka hendaklah beri’itikaf.”

Rasululloh SAW melakukan I’itikaf ini sampai beliau tutup mata, sampai beliau wafat, tidak lagi melakukan I’itikaf, kemudian sunah Nabi ini dilanjutkan oleh para istri-istri beliau. ini disebutkan dalam HR. Asysyaikhoni; “Rasululloh beri’itikaf  pada sepertiga akhir bulan Ramadhan hingga akhir hayatnya. Kemudian istri-istri beliau beri’itikaf setelah itu.”

Selanjutnya,  ketika kita mampu beri’itikaf di 10 terahir bulan Ramadhan, maka akan punya kesempatan meraih pahala dua kali haji dan dua kali umroh. Bagi kita yang belum bisa melaksanakan ibadah haji dan ibadah umroh, rasanya sulit dan berat untuk bisa haji dan umroh. Rasululloh dari Hadist Hasan bin Ali bin Abi Tholib: “Barangsiapa yang beri’itikaf di 10 terakhir bulan Ramadhan, maka baginya berhak menerima pahala, setara dengan pahala dua kali haji dan dua kali umroh.”

Keuntungan Keempat; bulan Ramadhan disebut Syahrud Du’a, bulan tidak ada penghalang segala doa kita cepet diqobul dan di ijabah Allah SWT disisa hari-hari romadhan ini. Mari kita DOAKAN untuk bangsa dan Negara kita yang sangat membutuhkan doa-doa kita, supaya Negara kita menjadi Negara yang diberkahi, Negara yang aman, terhindar dari kerusahan dan perang saudara, betul-betul menjadi Negara Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur. Jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan, akhirnya kita jadi saling membenci, menghina, menyakiti, membully bahkan membunuh dan pertumpahan darah.

“Cukup sejarah telah berbicara, betapa saudara-saudara muslim kita hancur berkeping-keping, jutaan nyawa melayang dan tidak diperlakukan secara manusiawi disebabkan oleh politik dan perbedaan pilihan presiden. Kita tengok, Negara Suriah selama beberapa decade, para Pemimpin Suriah memaksakan  stabilitas campuran kelompok agama dan etnis, kemudian perang saudara meletus pada tahun 2011. Kelompok sekuler suriah, militer islam local dan para jihad sunni asing telah berjuang melawan pasukan yang setia kepada Presiden Basar Al-Assad bahkan berperang saudara satu sama lain, akhirnya banyak warga yang tewas, menyisakan kehancuran diberbagi jalan, pabrik, Rumah sakit, sekolah dan rumah-rumah warga. Membuat Negara Suriah perekonomianya drastis turun menyusut, rakyatnya hidup dalam kemiskinan ekstrim,” jelas Adjie Nung.

“Negara Yaman, akibat perang saudara di Yaman, hamper 14 juta warga yaman terancam kelaparan sehingga dijuluki sebagai Negara termiskin didunia. Negara Mesir kasus politiknya masi terngiang-ngiang ditelinga dan pandangan kita, akibat penggulingan Presiden secara demokratis dalam sebuah Pemilihan umum yang jujur dan adil pada awal 2012 lalu, akhirnya mengakibatkan perang saudara, semua bangunan dan inprastruktur rusak berat. Negara Spanyol menjadi bukti sejarah yang sangat kuat dimana umat islam habis dibantai, tumpah darah dan dibumi hanguskan, hanya karena perbedaan pilihan presiden yang saat itu dimenangi kalangan umat Nashroni, umat islam diberikan dua opsi, jika umat islam cinta dengan agama islam, silahkan keluar dari negara Spanyol dan kembali ke Afrika Utara dan jika cinta dengan kemajuan teknologi dan metropolitanya Negara Spanyol, silahkan tinggal di Spanyol tapi ikuti agama kami yaitu agama Kristen,” urainya.

Karena itu, dipenghujung bulan Ramadhan ini dan kita yakin sekain-yakinnya doa kita akan didengar dan qobul Allah, mari angkat kedua tangan kita doakan jangan sampai Negara kita memiliki nasib seperti meraka. Kita jaga persatuan Negara RI, dan jangan sampai kita juga mengalami perang saudara, Capres no.1 muslim, Capres no.2 muslim, orang non muslim yahudi dan nasroni akan merasa senang jika terjadi peperangan diantara kita.

Ada satu doa yg diajarkan oleh Rasululloh SAW; “Ya Allah pilihkan kami pemimpin yang baik, jangan Engkau pilihkan pemimpin yang buruk, jadikan Negara kami menjadi Negara yang aman. Wahai dzat yang maha merubah keadaan, Rubahlah keadaan kami, Kampung dan Negara kami, menuju keadaan yang lebih baik dengan daya dan kekuatan-MU wahai dzat yang maha perkasa”.

Rasanya kita merasa menyesal dan merugi sekali, jika dipenghujung bulan Ramadhan ini, kita tidak maksimalkan, terus mengisi detik-detik kita ditinggalkan bulan ramadhan, jika seandainya kita tahu apa yang terkandung didalam bulan Ramadhan pasti kita menginginkan seluruh satu tahun Allah bisa jadikan sebagai bulan Ramadhan.

Ustadz Adjie Nung seperti biasa selalu mengajak kepada semua kuam muslimin untuk bisa mengeluarkan zakat fitrah, zakat mal, berinfaq dan shodaqoh. Itu menandakan kita mempunayi jiwa sosial yang tinggi dan mempunyai keseimbangan hidup. Seimbang karena kita minta kepada Allah, seimbang karena kita mampu berbagi, karena itu bagi yang memiliki kelebihan harta, ayo keluarkan zakat, infaq dan shodaqohnya.

Dalam rangka meningkatkan kebaikan dan amal sholeh selama di bulan suci Ramadhan, Yayasan Wafizs Al-Amin Center mengajak kepada semua umat muslimin untuk membayar zakat, infaq shodaqohnya untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Untuk itu, mari dukung program-program Yayasan Wafizs Al-Amin Center dengan donasi yng anda salurkan melalui Bank Syariah Mandiri (7117824823) Bank Mandiri (1560014970331) dan Bank BNI (0814106854) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center.

Yayasan Wafizs Al-Amin Center juga telah membuka beberapa gerai pelayanan dan penerimaan zakat, infaq, shodaqoh dan dana social lainya di Plaza THB, Naga Swalayan Tambun dan di Mall Matropilitan Bekasi. Donasi juga dapat disalurkan dengan mendatangi langsung kekantor Yayasan Wafizs al-Amin Center yang berlamat di Ruko Prima Orchard Blok C no.06 jl. Raya Perjuangan No.01 Harapan Baru Bekasi Utara, 17123. Tlp. (021) 89234861 dan WA Center (0857 7814 1993). Anda juga bias mengakses website di www.wafizs.com untuk memilih program donasi yang telah tersedia. Ikuti juga social media Yayasan Wafizs al-amin Center : Wafizs Al-Amin Centre (facebook) @wafizs_center (Instagram) wafizs center (youtube). (UAN)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here