DINAS Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi melakukan pematusan saluran air dan membersihkan sampah yang menghambat aliran kali di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Selasa (18/6). Kegiatan rutin ini dilakukan menggunakan tenaga pekerja harian lepas (PHL).

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pematusan DBMSD Kota Bekasi Tito Hazairin, kegiatan ini dilakukan untuk melancarkan aliran air dari hambatan sampah, gulma dan sedimentasi.

“Kegiatan pematusan ini kami lakukan mulai dari saluran utama perumahan sampai dengan saluran primer dan gorong gorong. Pelaksana kegiatan di lapangan adalah pekerja harian lepas yang berjumlah 33 orang dengan cakupan wilayah 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi,” kata Tito kepada Koran Bekasi.

Dia mengatakan, kegiatan pematusan yang dilakukan pihaknya antara lain, saluran kali Wisma Jaya, samping Polder Aren Jaya, Bekasi Timur. Kemudian, di daerah aliran sungai Pondok Hijau Permai, Rawalumbu dan saluran Kali Blencong Kecamatan Medan Satria.

Tito mengakui, kegiatan pemberihan saluran ini akan terus dilakukan di sejumlah wilayah yang ada salurannya, termasuk di kali-kali berdiameter kecil.

“Kita juga berharap warga terus bahu membahu menjaga lingkungan dan kebersihan wilayahnya masing-masing,” harap Tito.

Seperti diketahui, pembersihan saluran dengan mengangkat eceng gondok dan sampah, sangat penting dilakukan guna mengantisipasi musim hujan. Bila saat hujan tiba maka saluran bisa mengalirkan air dengan lancar. Untuk itu, pengangkatan endapan lumpur saluran harus rutin dilakukan.

Khususnya dalam rangka meraih Adipura, kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan menggerakkan partisipasi warga melalui kerja bakti. Banyaknya sampah rumah tangga yang dibuang ke kali, sangat mempengaruhi kelancaran aliran air kali. Untuk itu, kesadaran masyarakat menjaga lingkungan masing-masing menjadi salah satu penentu meraih Adipura.

Dalam pembersihan saluran air, banyak kendala yang dihadapi petugas Pematusan DBMSDA Kota Bekasi. Pasalnya, tidak semua lokasi saluran bisa dibersihkan menggunakan alat berat. Sehingga pengangkutannya hanya menggunakan alat seadanya, seperti pacul dan skop.

Akibat lokasi saluran yang sempit, tentu proses pembersihannya pun jadi lambat karena menggunakan alat manual. Sementara, jika pembersihan tidak rutin dilakukan, dikhawatirkan akan menghambat aliran air dan mengakibatkan meluapnya air kali.

“Memang ini rutin kami lakukan. Kami tidak mau kali ini kotor dan terhambat salurannya, tapi harus bersih dari sampah dan limbah. Apalagi sampah ini jika dibiarkan bisa menyebabkan banjir,” kata Tito.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto juga sering mengunggah berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat di media sosial (medsos), termasuk beberapa kegiatannya di Kota Bekasi.

Bahkan setiap kali ungkapan keluh kesah di kolom komentar terkait Kota Bekasi, Tri dengan cepat membalasnya dan berusaha segera menindaklanjutinya.
Seringkali keluhan warga netizen terkait Kota Bekasi oleh Tri Adhianto di-tag ke sejumlah akun media sosial Dinas terkait untuk segera ditangani.

Tri Adhianto mengungkapkan bahwa keaktifannya di dunia media sosial sebagai bentuk hadirnya Pemerintah Kota Bekasi dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Kota Bekasi.

“Mungkin kan kalau mengadu langsung sulit, atau ingin menggunakan aplikasi pengaduan juga tidak semudah berkeluh kesah di medsos,” ucap Tri Adhianto belum lama ini.

Dia juga mengakui banyak pengaduan yang tidak benar, tapi menurut dia tidak ada salahnya jika dilakukan pengecekan ke lapangan. Jika pengaduan itu benar, tentunya harus langsung ditindaklanjuti.

Contohnya, kata Tri Adhianto, sejumlah aduan warga netizen selama ini  langsung dikerjakan oleh Pemerintah Kota Bekasi. Seperti pembersihan saluran air yang terhalang tumpukan sampah di Wisma Asri Bekasi Utara.

“Banyak kita langsung lakukan, mulai dari jalan berlubang, minim penerangan maupun pembersihan saluran. Termasuk masukan soal pembangunan Kota Bekasi kita tampung,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama proses komunikasi berjalan baik semua informasi soal pelayanan maupun kepuasan masyarakat akan tetap terjaga baik.

“Ini kan zaman teknologi canggih. Semua informasi sangat terbuka. Jangan pakai pakai cara lama, mangkanya saya perintahkan seluruh dinas aktif di media sosial sebagai sarana penyampaian informasi maupun menampung keluh kesah warga,” ucap Tri Adhianto. (ADV/DBMSDA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here