Walikota Bekasi Rahmat Effendi: “Jihad untuk Pendidikan Anak-anak Kota Bekasi…!”

Read Time2 Minutes, 54 Seconds

Walikota Bekasi Rahmat Effendi memang patut diacungi jempol. Dalam situasi yang tak mengenakkan terkait masih banyaknya siswa SMP yang belum terakomodir masuk SMAN/SMKN dan adanya ketentuan dari Dinas Provinsi Jawa Barat, dia tetap berusaha menambah ruang kelas atau rombel (rombongan belajar).

“Jika perlu kita jihad untuk pendidikan di Kota Bekasi. Anak-anak itu butuh sekolah negeri yang murah dan berkualitas. Lagian, itu bangunan SMAN dan SMKN siapa yang bangun? Pemkot kan? Jangan dilarang jika anak-anak kita mau sekolah di SMAN dan SMKN, sebalilknya para kepala sekolah SMAN dan SMKN harus mendukungnya. Mereka kan kepala sekolah, lantas apa tugasnya,” tegas Rahmat Effendi kepada Koran Bekasi terkait adanya ancaman Forum Kepala Sekolah Swasta yang mengancam melakukan aksi demo di Pemkot Bekasi, Selasa (16/7) hari ini.

Rahmat Effendi pun heran jika ada pihak-pihak yang berkebaratan dengan rencana penambahan rombel tersebut. “Sebanyak mungkin kita akan tampung para siswa yang belum dapat bangku pendidikan di sekolah negeri. Jika perlu, kita jihad untuk itu. Ini demi anak-anak Kota Bekasi yang ingin belajar di sekolah negeri dan tak boleh ada larangan,” lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah warga Kota Bekasi yang dimintai tanggapanya terkait rencana Walikota tersebut, tak satu pun yang bernada penolakan. “Sudah bener itu Pak Walikota. Tambah ruang belajar di SMAN dan SMKN, aneh juga kalau ada pihak sekolah swasta yang ketakutan tak kebagian siswa,” tegas Herman, salah satu warga Kota Bekasi.

Hal senada dikatakan Ruslan. “Apa yang dilakukan Pak Wali itu sudah betul dan saya yakin semua warga Kota Bekasi mendukung. Jangan hiraukan ancaman demo dari FKSS itu. Saya gak yakin sekolah swasta kekurangan siswa kalau hanya Pak Wali menambah satu kelas. Malah yang saya denger, sejumlah sekolah swasta yang daftar meluber kok. Malah ada yang ditolak-tolak masuk karena kuota siswanya sudah terpenuhi,” tegas Ruslan.
Seperti diketahui, untuk tercapainya penyelenggaraan pendidikan yang merata di tengah masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi pada awal tahun pendidikan 2019/2020 ini berencana akan menambah rombongan belajar (rombel) di sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri. Rencana tersebut dilakukan karena Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online sistem Zonasi belum mampu mengakomodir kebutuhan anak warga Kota Bekasi yang ingin bersekolah di SMA dan SMK Negeri.

Terkait hal tersebut, sejumlah Kepala SMAN dan SMKN yang ada di Kota Bekasi tidak keberatan dengan rencana tersebut. Sementara di sisi lain sejumlah sekolah swasta yang tergabung dalam FKSS Kota Bekasi tengah berupaya untuk menjegal rencana tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala SMA Negeri 2 Kota Bekasi yang juga merupakan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Bekasi, Ekowati menilai bahwa keinginan untuk menambah rombel tersebut sah-sah saja jika ingin direalisaikan Pemkot Bekasi.

“Sah-sah saja ya (jika Pemkot Bekasi ingin menambah rombel di SMA dan SMK Negeri) asal jangan melanggar hukum dan peraturan yang sudah ada. Dan yang pastinya harus mendapat izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” kata Ekowati kepada Koran Bekasi, Senin (15/7).

Menurutnya, pihak-pihak terkait yang merasa keberatan dengan rencana tersebut tidak perlu melakukan aksi (demo). Sebab, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan musyawarah.

“Sebenarnya (melakukan demo/aksi) itu hak mereka, tetapi tidak perlulah itu dilakukan, karena menurut saya ini bisa diselesaikan dengan azas musyawarah dan mufakat,” ucap Ekowati.

Senada dengan Ekowaty, salah satu kepala SMK Negeri yang ada di Kota Bekasi, Diah, juga tak keberatan jika Pemerintah Kota Bekasi ingin menambah Rombel di sekolah negeri. “Intinya sih dimusyawarahkan dulu,” singkat Diah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah menjelaskan sedikitnya ada 46 ribu pelajar SMP di Kota Bekasi yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan menengah atas (SMA/SMK). Dengan demikian, penambahan rombel tak akan mengurangi jumlah siswa yang akan masuk sekolah swasta. (bona)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close