Kali Bekasi Tercemar Produksi Air Bersih Berkurang

0
79
Kali Bekasi dalam keadaan tercemar (NET)

Pengelola PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi terpaksa mengurangi produksi air bersih. Jika produksi harian biasanya mencapai 500 liter/detik, kini hanya 420 liter/detik. Kepala Sub Bagian Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya mengatakan, penurunan produksi air bersih merupakan imbas dari pencemaran Kali Bekasi. Air curah yang biasanya diambil sebanyak 5 meter kubik/detik dari Kali Bekasi, kini hanya 3 meter kubik/detik. “Infrastruktur yang kami miliki bukan untuk mengolah limbah, tapi mengolah air baku untuk komsumsi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Uci, sumber air curah PDAM Tirta Patriot berasal dari dua aliran air, yakni Kali Bekasi sebanyak 5 kubik/detik dan Kalimalang sebanyak 2 kubik/detik. Keduanya bercampur terlebih dahulu di Saluran Irigasi sebelum sampai ke tempat produksi PDAM Tirta Patriot.

Bila kadar limbah di Kali Bekasi tinggi, maka 2 meter kubik/detik air dari Kalimang tidak bisa mengimbanginya. Meski demikian, Uci memastikan semua pelanggan masih memperoleh air bersih dari PDAM. Sebab, Tirta Patriot juga mendapat tambahan air curah melalui intake Kali Perjuangan sebesar 1,5-2 meter kubik/detik. Apalagi Tirta Patriot telah memiliki cadangan air yang bisa digunakan untuk keadaan darurat sebanyak 4.000 liter.

“Produksi air akan kembali normal ketika pencemaran dari Kali Bekasi sudah mulai reda, karena PDAM Tirta Patriot tidak bisa mengambil air baku lebih banyak dari Kalimalang,” katanya.

Dia menambahkan, Tirta Patriot tidak bisa menambah pasokan air curah dari Kalimalang lewat Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) II. Sebab, pasokan air Kalimalang digunakan sebagai bahan baku air untuk wilayah DKI Jakarta yang merupakan pusat kota di Indonesia. “Jakarta merupakan jantung kota, apalagi di sana ada Istana Negara jadi nggak bisa kita minta tambahan lagi dari Kalimalang,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Bekasi sudah mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperhatikan pencemaran Sungai Cileungsi, yang membuat warga Kota Bekasi menderita. “Kami dan eksekutif sudah mendorong ke Jawa Barat dan Kementerian, tapi
kita masih menunggu laporan dari mereka terkait aduan yang kita serahkan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Komarudin, Kamis (25/7) lalu.

Menurut dia, berdasarkan penelusuran Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, pencemaran limbah Sungai Cileungsi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, di Kecamatan Cileungsi. Dia berharap Pemkab Bogor turun tangan mengawasi perusahaan yang beroperasi, karena limbah yang dibuang sangat merugikan
Kota Bekasi. Menurut Komar, belum lama ini Pemerintah Kota Bekasi sudah melakukan pembersihan sampah di wilayah Kali Bekasi. (*/nga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here