Pemisahan Kembar Siam Rahman-Rahim Diupayakan Ditanggung Pemerintah

by -135 views
Bayi kembar di Bekasi. (KOBEK)
Read Time1 Minute, 33 Second

Kondisi bayi kembar siam Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rahim Al Ayyubi (10 bulan) di Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi cukup mengenaskan. Tak hanya tubuhnya yang menyatu, namun organ jantung dan hatinya menyatu sehingga aktivitas mereka sangat terbatas.

Bayi kembar pasangan suami istri (pasutri) Romi Darma Rachim (35) dan Ika Mutia Sari (30) ini lahir dengan cara dicesar di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Palmerah, Jakarta Barat pada 24 September 2018 lalu.

Meski bertahan hingga sampai usia 10 bulan, namun kedua bayi mungil ini perlu mendapat bantuan. Bobot badannya tidak ideal sebagaimana bayi seusianya. Saat ditimbang di rumah sakit, di usia 10 bulan berat badan mereka hanya 10 kilogram. “Harusnya satu bayi beratnya bisa 10 kilogram, namun mereka berdua 10 kilogram,” kata Romi di rumahnya, Gang Pojok Jalan Bintara Jaya IV RT 14/09, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (29/7).

Meski organ jantung dan hatinya menyatu, namun mereka masing-masing memiliki organ tersebut. Hanya saja kinerjanya tidak maksimal, karena posisinya saling menempel antara tubuh Rahman dan Rahim.

Selain tubuh dan organnya menyatu, satu dari dua bayi kembar itu ada yang menderita kelainan otak bawaan. Istilah medisnya dandy walker syndrome. Kondisi ini dialami Rahim, yang merupakan bungsu dari empat saudara.

Sementara Rahman kondisinya sehat. Bahkan organ jantung Rahman membantu denyut jantung sang adik yang dianggap dokter cukup lemah memompa darah. “Si Rahman kalau dipanggil pasti dia merespon seperti mencari-cari orang yang memanggil, tapi kalau Rahim cenderung diam. Mungkin karena bawaan dari penyakit dandy walker syndrome,” ujar Romi.

Romi menambahkan, kabar mengenai kembar siam putranya sudah diketahui Pemerintah Kota Bekasi lewat Puskesmas dan Kelurahan Bintara Jaya. Bahkan, relawan Teman Bang Pepen (TBP), komunitas di bawah Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan relawan Bersama Tri (Samatri) dari Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono tengah mengupayakan agar proses pemisahan Rahmat dan Rahim ditanggung pemerintah daerah. (*/nga)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *