Plastik Oxium Diklaim Ramah Lingkungan untuk Bungkus Daging Kurban

Read Time1 Minute, 47 Second

Penjual plastik berbahan oxium, Duddy Setiabudhi (64) menglaim plastiknya ramah lingkungan. Hal ini terungkap dari sertifikat yang ia peroleh dari lembaga pemerintah tentang plastik yang dibuat produsen asal Tangerang itu.

“Ada lampiran sertifikat yang saya terima dari perusahaan itu. Pertama sertifikat dari Kementerian Perindustrian, kedua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan ketiga dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” kata Duddy di Bekasi, akhir pekan lalu.

Menurut dia, sertifikat yang diterimanya dari perusahaan itu menunjukkan hal yang positif. Di mana plastik berbahan oxium yang dijualnya dianggap ramah lingkungan. Dia mencontohkan, hasil uji yang dilakukan Kementerian Perindustrian bernomor 1028/KIM/2017. Seluruh kandungan yang diuji berada di bawah standar yang ditetapkan dari angka 100 hingga 30. “Artinya, plastik yang digunakan ini telah sesuai dengan standar baku mutu lingkungan, sehingga aman digunakan,” paparnya.

Tak hanya itu, plastik ini juga telah memperoleh sertifikat dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian dengan nomor 014/LSE BBPK/06/15. Adapun ruang lingkup sertifikasi adalah kantong belanja plastik dengan merk Oxium dan Ecoplas.

Plastik ini, kata dia, juga mendapat pengakuan dari Kementerian LHK melalui Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan dengan kategori barang/jasa/teknologi ramah lingkungan.

Dia menjelaskan, penjualan plastik berbahan oxium ini dilakukan secara tidak sengaja.

Duddy yang kini bekerja sebagai kontraktor untuk mengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Palembang, Sumatera Selatan memiliki partner kerja dengan perusahaan plastik asal Tangerang.

Sebagai kontraktor, Duddy membeli bahan ecoplas untuk kebutuhan TPA di Palembang.

Saat itu juga, pihak perusahaan memperkenalkan plastik berbahan Oxium yang diklaim ramah terhadap lingkungan. “Kebetulan saat itu saya ada rezeki, jadi saya beli plastik ini sebanyak tiga karung sekitar Rp 3,5 jutaan. Plastik ini kemudian saya bagikan ke rekan-rekan pengurus pengurus Cabang Muhammadiyah,” imbuhnya.

Pada tahun berikutnya jelang Idul Adha 1439 H, dia kembali membeli plastik tersebut dari rekanan perusahaannya. Namun saat itu, sebagian karung dibagikan secara gratis dan sisanya dijual kembali ke rekannya di sejumlah provinsi Indonesia.

Untuk Idul Adha 1440 H kali ini Duddy kembali menawarkan kantong plastik serupa ke masyarakat. Bahkan, sejak dua hari terakhir panggilan telepon di ponselnya tidak pernah berhenti karena banyak pesanan dari berbagai daerah. Dia mengaku ditelepon dari Jayapura, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sulawesi dan sebagainya. Termasuk warga Kota Bekasi pun ada yang memesan. (*/nga)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close