Air PDAM Tak Layak Konsumsi Tirta Patriot dan Bhagasasi Saling Tuding

0
138
Ilustrasi air bersih (NET)

Keluhan warga Kota Bekasi yang sudah bertahun-tahun soal buruknya kualitas air produksi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), sepertinya tak pernah mendapat jawaban memuaskan. Bahkan, belakangan kondisi air kian keruh, berbau, dan diduga sudah tercemar limbah yang sangat membahayakan kesehatan warga. Pihak PDAM Tirta Patriot mengaku sudah melakukan perbaikan dan menyebut bahwa tak mengucurnya air di sejumlah wilayah sebagai tanggung jawab PDAM Tirta Bhagasasi.

“Emang ada air PDAM yang layak minum tapi bisa untuk mandi,” tanya Ustad Dedi, salah satu warga Kota Bekasi.

“Di tempat saya air campur tanah. Awalnya air berwarna kecoklatan, lama-lama ngendap di dasar penampungan. Buat mandi juga susah, mesti disaring dulu. Kalau buat minum bingung bagaimana mau nyaringnya. Belakangan juga sudah sering airnya tak mengalir dari keran,” kata Lili, warga Perumnas 2 Kayuringin Jaya.

“Di Bekasi Jaya air PAM-nya gak bisa dikonsumsi, bahkan sekarang sudah dua hari airnya gak ngucur,” timpal Agus Hermawan, warga Bekasi Jaya.

“Dari dulu saya sudah menjadi pelanggan PDAM, saya gak tahu apakah milik Tirta Patriot atau Bhagasasi, yang pasti sejak dulu airnya memang jernih tetapi tak layak konsumsi. Coba Anda tampung airnya dari keran, simpan dua hari, lihat dinding bak penampungan, pasti langsung berlumut. Keluhan konsumen seperti saya ini sudah cukup lama, tetapi tetap tidak ada perubahan yang signifikan, air tetap saja begitu buruk kualitasnya,” jelas Berzuna, warga Pondok Ungu Permai, Kaliabang Tengah, Kota Bekasi.

“Banyak yang tidak beres di Tirta Bagasasi dan Tirta Patriot. Saya lima tahun tinggal di Villa Gading Baru, Kecamatan Babelan yang berdekatan dengan penyulingan air itu. Justru di lingkungan kita itu air yang mereka produksi hitam. Ketika kita protes ke kantornya, karena rumah kita dekat, petugasnya tak memuaskan bahkan agak bikin kesal. Warga lain juga sama pengalamannya. Makanya, coba cek kalau nggak percaya, banyak warga Villa Gading Baru itu memutus langganan PDAM lalu mengebor tanah untuk mendapatkan air untuk mencuci dan mandi. Kualitasnya lebih baik dari air pam. Saya termasuk salah satunya sekitar tiga tahun lalu yang berhenti langganan PDAM. Yang jeleknya harga langganan kita Rp200 ribu per bulan. Jauh berbeda ketika saya pindah ke Tangerang, air pam-nya bening. Saya hanya bayar Rp70 sampai Rp90 per bulan di Tangerang. Padahal letak wilayah Tangerang dengan Bekasi sama. Artinya untuk mendapat sumber air bersih juga sama,” papar Songa Siagian, warga Bekasi yang kini tinggal di Tangerang.

Dia melanjutkan, “Yang perlu juga diperhatikan ya aliran sumber bahan baku yang mengalir dari Kali Bekasi itu di sekitar pinggir Jalan Raya Perjuangan Kota Bekasi hingga ke pengolahan di Babelan, tidak pernah diurus. Bahkan ada berdiri WC, kemudian tempat buang limbah, baunya minta ampun. Air yang disuling di belakang rumah saya dulu, saya yakin disalurkan semuanya kepada warga Kota Bekasi. Warga kabupaten yang dapat itu hanya perumahan saya, karena warga Babelan semuanya pakai pompa. Warga Karang Satria saja punya perusahaan air minum yang dikelola pengembang. Begitu juga Mutiara Gading yang dekat Kota Harapan Indah punya penyulingan sendiri karena mereka punya danau yang airnya jernih.”

Sejumlah keluhan di atas, setidaknya mewakili warga Kota Bekasi yang memang kesulitan mendapatkan air bersih hasil produksi PDAM (Tirta Patriot maupun Tirta Bhagasasi). Kemarau panjang membuat produksi air bersih di Kota Bekasi ikut berkurang. Bahkan, air kali sudah tidak bisa diproduksi untuk pasokan air bersih bagi masyarakat.

Air kali Bekasi yang selama ini digunakan sebagai bahan baku PDAM Tirta Patriot sudah mencapai tingkat pencemaran yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan, Kali Bekasi beberapa pekan ini dalam kondisi hitam dan bau, sehingga tidak bisa digunakan untuk memproduksi air bersih bagi warga Kota Bekasi.

Saat ini PDAM Tirta Patriot hanya memanfaatkan dari satu sumber air baku, yakni dari aliran Kalimalang yang bersumber dari waduk Jatiluhur. Pihak PDAM sendiri telah berkoordinasi sehingga dapat membuka dua pintu air untuk menjaga produksi air bersih. Kemarin, warga Kota Bekasi juga kesulitan untuk mengakses air karena lumpuhnya listrik yang menyebakan tidak beroperasionalnya pompa milik PDAM Tirta Patriot. Bahkan warga di Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara, Perumnas, Bekasi Selatan dan Bekasi Jaya, Bekasi Timur mengeluhkan matinya air dari saluran PDAM

Menurut Humas PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya pihaknya terus berusaha menyuplai air bersih bagi warga Kota Bekasi. Namun, pihaknya masih terbatas karena sebagian wilayah di Kota Bekasi masih disuplai dari PDAM Tirta Bhagasasi.

“Oh kalau PUP, Perumnas dan Bekasi Jaya itu masih Tirta Bhagasasi. Kalau PDAM Tirta Patriot masih operasinal semua, air masih jalan. Hanya saja karena kemarin ada gangguan listrik jadi terganggu, tapi sekarang semuanya sudah kembali produksi normal. Kalaupun belum terlalu efektif karena semua jaringan masih kosong jadi masih dalam proses pengisian,” terang Uci yang sejak lama coba dikonfirmasi Koran Bekasi, namun baru kemarin bersedia membalas dan menjawab pertanyaan.

Ia pun mengaku, air baku yang diambil dari aliran Kalimalang masih bisa dijadikan air baku karena secara perlahan semuanya sudah berangsur normal. “Untuk air baku semua sudah berangsur normal lagi. Sudah bisa ngambil dari Kalimalang. Tidak ada kendala produksi lagi. Kemarin memang kualitas air bakunya terbatas karena limbah, tapi sekarang sudah normal lagi,” jelas Uci.

Saat ini pihaknya tengah merumuskan solusi pipanisasi guna suplai air bersih. Hal ini sebagai solusi permanen dari permasalahan yang kerap muncul terutama pada musim kemarau. Pihaknya juga saat ini tengah mempersiapkan jaringan baru di wilayah Jatisari yang nantinya akan menyuplai air sampai Jatisampurna.

Sementara itu, Fauzi selaku Humas PDAM Tirta Bhagasasi mengakui kalau sejumlah wilayah yang airnya tidak mengucur di Kota Bekasi memang masih di bawah kendali pihaknya selaku pengelola air minum di Kabupaten Bekasi. Namun, dia juga menyebutkan bahwa sumber air bersih di Perumahan Tamah Wisma Asri diambil dari PDAM Tirta Patriot. Dengan demikian, jika airnya dianggap tak layak konsumsi dan juga sering tak mengucur, juga lebih disebabkan ketersediaan sumber air yang diambil dari PDAM Tirta Patriot.

“Ada lima wilayah di Kota Bekasi yang masih di bawah kendali kami (Tirta Bhagasasi), tapi yang pasti tidak ada masalah dengan air, cukup bersih kok. Sejak kemarin pun air sudah mengucur di sejumlah wilayah itu,” tegasnya. (jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here