Air Produksi PDAM Keruh, Pisahkan Tirta Patriot dan Bhagasasi

0
108
Walikota Bekasi Rahmat Effendi (KOBEK)

Air produksi PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) untuk warga Kota Bekasi keruh, berbau, dan tercemar. Bahkan, suka tak mengucur. Saling tuding pengelolaan pun terjadi, antara Tirta Patriot (Kota Bekasi) dan Tirta Bhagasasi (Kabupaten Bekasi). Lantas, apa sebenarnya yang terjadi dan kapan dua badan pengelolaan air ini bisa dipisahkan?

Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengaku, pemisahan aset PDAM Tirta Patriot dan Tirta Bhagasasi tinggal menunggu keputusan politik. Bahkan, sudah dilakukan pengkajian dari tim apresial dari tim penilai independen, termasuk nilai bukunya. Menurut Walikota, pada 2002 telah disepakati nilai buku antara PDAM Tirta Bhagasasi dan Tirta Patriot sebesar 55 – 45.

“Pemisahan rasanya sudah selesai tingal keputusan politik. Apresial dari tim penilai independen juga sudah, nilai bukunya sudah. Cuma kesepakatan dulu tahun 2002 antara Pak Saleh Manaf dengan Walikota Bekasi pada saat itu ada nilai buku 55-45. Nah, kalau ada nilai buku 55-45 besar kemungkinan kita tidak sebesar itu mengembalikan nilai aset PDAM. Karena yang di sini dengan yang di kabupaten sudah terbagi dalam dua nilai buku dan kisarannya kalau tidak salah sekitar Rp360 miliar,” jelas Rahmat Effendi.

Dari nilai buku PDAM secara keseluruhan, lanjutnya, mulai dari investasi sejak awal 2002 hingga kini penyertaan modal, sudah ada aset Rp360 miliar. “Nilai bukunya misal ada Rp1 triliun, ya tinggal dibagi saja. Kita berharap kalau perlu nilai aset yang ada dengan nilai buku kita itu perbandingannya berbanding nol,” kata Pepen—sapaan akrabnya, kepada Koran Bekasi, Kamis (8/8).

Ia menilai, pemisahan aset nantinya akan lebih menguntungkan Kota Bekasi karena PDAM Tirta Patriot akan mengelola dan mendapatkan untung langsung dari pengelolaan air tersebut.

“Sejak kita melakukan inisiatif mendirikan PDAM, kita ingin optimalisasi pelayanan yang ada di Kota Bekasi lebih maksimal. Sekarang ini kan banyak capaian-capaian yang tidak bisa dijangkau oleh PDAM Bhagasasai. Ya, pasti lebih menguntungkan kita kelola sendiri lah. Kita tidak perlu jual air ke Bhagasasi, Bhagasasi jual ke masyarakat kita untuk cari untung lagi. Bahkan nanti bisa lebih murah kalau kita kelola sendiri,” ungkap Pepen.

Pepen berharap, Pemerintah Kabupaten Bekasi bisa mempercepat proses pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi dengan Tirta Patriot. Pasalnya, hal tersebut akan lebih menguntungkan kedua belah pihak. “Lagi-lagi kita dengan Bupati, karena ini untuk kepentingan masyarakat harusnya tidak ada yang dirugikan, karena di sana negara di sini negara. Yang harus kita samakan persepsinya adalah bagaimana mempercepat proses pemisahan ini dan masyarakatnya diuntungkan bukan karena persoalan nilai. Kalau sekarang masyarakat masih banyak yang mengeluh. Belum lagi mereka terima air, suplainya dari kita. Kenapa kita tidak langsung,” tutup Pepen.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Patriot (PDAM TP) Kota Bekasi Solihat menyebutkan, salah satu penyebab keruhnya produksi air bersih yang disalurkan kepada konsumen, karena satu unit Inline Filter Activated Carbon KT mengalami kerusakan.

Inline ini umumnya digunakan sebagai pre -filter sistem pengolahan air minum. Inline Filter Activated Carbon KT digunakan sebagai filter air minum, menghilangkan rasa tidak sedap, bau, dan warna dari air minum.
Menurut dia, Inline Filter ini juga berfungsi untuk menghilangkan sisa chlorine/kaporit, melindungi air minum dari trihalomethane yang merupakan bahan kimia berbahaya, efek dari penggunaan chlorine. Inline Filter Activated Carbon KT juga mengurangi zat organik, pestisida, dan kimia lainnya dari dalam air. Inline Filter Activated Carbon KT pada akhirnya juga memberikan rasa yang segar pada air minum pada umumnya dipadukan pada tahap kedua dalam sistem pre filter.

“Saya langsung turun ke bagian produksi untuk mengetahui penyebab keruhnya air. Ternyata salah satu inline ada yang tidak berfungsi. Saya sudah perintahkan agar segera diperbaiki,” kata Solihat kepada Koran Bekasi, Rabu (7/8).

Penjelasan soal kondisi air juga disampaikan Humas PDAM Tirta Patriot Uci Indrawijaya. Diakui, pihaknya terus berusaha menyuplai air bersih bagi warga Kota Bekasi. Namun, masih terbatas karena sebagian wilayah di Kota Bekasi masih disuplai dari PDAM Tirta Bhagasasi.

Gangguan yang terjadi belum lama ini, kata Uci, terjadi karena adanya limbah yang muncul di pertengahan Juli lalu. Hal tersebut berdampak terhadap pelayanan, baik dari PDAM Tirta Bhagasai maupun Tirta Patriot.

“Dampaknya, terganggunya pelayanan sehingga pelayanan tidak optimal karena memang tidak bisa lagi diandalkan dari sumber air baku yang sifatnya fluktuatif dan selalu terganggu karena limbah. Limbah ini muncul 70 persen dari Kali Bekasi dan 30 persennya dari Kalimalang. Dalam kondisi tersebut kita menurunkan produksi dari 500 liter per detik menjadi 420 liter per detik. Dampaknya tidak meratanya suplai ke pelanggan. Dengan kondisi tersebut maka tidak bisa kita produksi secara merata karena air yang kita olah bukan air baku tapi air limbah. Tetap masih bisa kita olah tapi tidak maksimal,” tegas Uci.

Hingga kini, kondisi air PDAM dari Tirta Patriot masih layak konsumsi. Hanya saja, masyarakat belum memahami kalau air yang kotor itu ada berada di lapisan bawah.

Terkait sempat terhentinya aliran air beberapa waktu lalu disebabkan lumpuhnya listrik dari PLN. Namun, hingga saat ini semuanya sudah kembali seperti semula. “Hanya saja karena kemarin ada gangguan listrik jadi terganggu, tapi sekarang semuanya sudah kembali produksi normal. Kalaupun belum terlalu efektif karena semua jaringan masih kosong jadi masih dalam proses pengisian,” terang Uci.

Ia pun mengaku air baku yang diambil dari aliran Kalimalang masih bisa dijadikan air baku karena secara perlahan semuanya sudah berangsur normal. “Untuk air baku semua sudah berangsur normal lagi. Sudah bisa ngambil dari Kalimalang. Tidak ada kendala produksi lagi. Kemarin memang kualitas air bakunya terbatas karena limbah, tapi sekarang sudah normal lagi,” jelas Uci.

Saat ini pihaknya tengah merumuskan solusi pipanisasi guna suplai air bersih. Ini sebagai solusi permanen dari permasalahan yang kerap muncul, terutama pada musim kemarau. Pihaknya juga saat ini tengah mempersiapkan jaringan baru di wilayah Jatisari yang nantinya akan menyuplai air sampai Jatisampurna. (jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here