Munas GBIM Dihadiri 12 Raja Nusantara

Read Time2 Minutes, 17 Seconds

MUSYAWARAH Nasional (Munas) Generasi Baru Indonesia Maju (GBIM) dihadiri 12 Raja Nusantara. Munas yang berlangsung di Rumah Pergerakan Gusdur di Jakarta Selatan 2-4 Agustus 2019 ini, bertujuan mempererat tali silahturahmi seluruh tim pemenangan pasangan Presiden Jokowi- Ma’ruf pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Acara seremonial dibuka dengan pembacaan Kalam Illahi yang dibawakan oleh Dr Azhari. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ketua Umum GBIM Junaedi dalam sambutannya mengatakan, Munas pertama ini adalah langkah jitu awal, dalam pergerakan GBIM untuk dapat merajut kebersamaan, kebinekaan dan juga toleransi antar anak bangsa.

Hal yang sama juga dikatakan Sekertaris Jenderal GBIM, Moh Kholil Al Faruq. Menurut dia, selain bertujuan untuk merajut kembali kebersamaan antar para mantan relawan Jokowi-Ma’ruf, dalam kegiatan ini juga dibahas beberapa hal yang penting.

Munas dihadiri, DYM Irwanur Latubual, Raja Bual Taun Pulau Buru, Ketua Dewan Adat Nasiomal. DYM Nuzjludin Sah,Sultan Kesultanan Ternate. DYM Laode Ahlul Musafi Raja Kolisusu Buton. DYM Putri Dewi Surya Rahmah Ayu binti Sultan Zaenal Rizalsyah Mustapura Sultan Inayatsyah Firmansyah, Sultanah kesultanan Indrapura I.

Kemudian, DYM Abdul Salam, Raja Wawonii Sulteng. DYM R Mohammad. Muklas Aryamangkurat Pangeran Muda Senopati Caruban Nagari Cirebon, Wasekjen Dewan Adat Nasional. DYM John F South, Raja Karajan Siau, Sulut. DYM Nuzuar Maharaja Kerajaan Kampung Dalam Lampung Krui. DYM Mohamad Yusran dari Kerajaan Bone, Sulsel.

Selanjutnya, DYM Rus Hadi Raja Kerajaan Bungku, Sulawesi Tengah. DYM Andi Kumala Idjo, Raja Gowa, Sulawesi Tenggara. DYM
M Tahir Damreng, DYM Pangeran Andi Mulyadi, DYM Prabu Dika, Bunda Ellyana, Bunda Sandra, Abah Muali Midi, dan Bunda Siti Marhamah.

“Ini arahnya bukan untuk berpolitik. Tapi, kami para eks relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, ingin melanjutkan silahturahmi antar sesama untuk membahas sejumlah masalah penting. Antara lain, ekonomi kreatif, budaya, sosial, dan tak luput kami juga akan membahas secara bersama mengawal kebijakan Jokowi-Ma’ruf kedepan,” ungkap Moh Kholil.

Dirinya menjelaskan, setelah bersusah payah memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf, pihaknya ingin juga melanjutkan pengawasan terhadap seluruh kebijakan yang dibuat nanti terutama dalam hal merealisasikan janji-janji politik selama kampanye Pilpres.

“Kami akan berdiri menjadi wadah yang independent dalam hal mengawal dan mengingatkan seluruh janji-janji kampanye yang telah dikampanyekan. Kami ingin pemerintaham Jokowi-Ma’ruf kedepan dapat lebih maju lagi dari sebelumnya,” lanjutnya.

Terakhir Moh Kholil mengatakan akan terus menjadi garda terdapan dalam hal memperjuangkan asprirasi masyarakat yang ada pada kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf.

“Kita ingin Negara ini dapat makmur dan sejahtera, maka dari itu selama lima tahun kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, kami akan terus mengawal kebijakan yang ada nantinya,” tutupnya.

Salah satu penggagas GBIM asal Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Simon Awantoko yang juga menghadiri Munas tersebut, mengutarakan bahwa selama ini pihaknya di daerah terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat berkiprah di tingkat nasional.

“Walau kami hanya berada di daerah, tapi kami terus menciptakan ide-ide brilian untuk GBIM Pusat,” kata Simon. (pir)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close