Pemanggilan Selekda POPNAS 2019 Jabar Dikritisi, Terkesan ‘Bandung Sentris’

Read Time2 Minutes, 37 Seconds

Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Bekasi melayangkan surat protes ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat terkait pemanggilan seleksi atlet pelajar k POPNAS 2019. Pasalnya, sesuai dengan surat pemanggilan tersebut, tak satu pun atlet tinju pelajar Kota Bekasi yang dipanggil.

“Seharusnya jatah atlet dari Kota Bekasi untuk cabang olahraga (cabor) tinju itu empat orang. Jatah ini sesuai hasil POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) tahun lalu dimana ada empat petinju Kota Bekasi yang juara,” ujar Wira, Ketua Harian Pengcab Pertina Kota Bekasi.

Surat pemanggilan seleksi atlet (KOBEK)
Wira pun mengaku heran dan tidak tahu, kenapa Dispora maupun Pengprov Pertina Jabar tidak memanggil empat petinju binaan Pertina Kota Bekasi. “Ironisnya lagi, kalau saya lihat daftar nama yang dipanggil itu, kok malah yang juara tiga, tidak juara, dan tidak pernah juara yang dipanggil. Ada apa ini?” tegas Wira.

Atas dasar itulah, Wira menyatakan, pihaknya akan melayangkan protes dan juga meminta agar Dispora Kota Bekasi dan KONI Kota Bekasi membantu mereka dalam hal protes tersebut.

“Dari sisi mana mereka tidak memanggil atlet kita. Apakah karena Pertina Kota Bekasi selalu melawan ketidakadilan Pengprov Pertina Jabar? Apakah karena Pertina Kota Bekasi melawan, tidak mengirim wakilnya dalam mengikuti Kejurnas Yunior dan Youth di Medan? Pertina Kota Bekasi itu punya alasan yang jelas terkait hal tersebut. Sebab, dua kali Pertina Kota Bekasi mengirim wakilnya untuk membela Jabar, namun tidak pernah dihargai, selalu mengecewakan, kebutuhan vitamin dan makan tidak pernah dipenuhin dan tidak pernah sesuai dengan standar yang layak bagi seorangg atlet,” paparnya dengan nasa kesal.
Wira pun mengaku, Pertina Kota Bekasi selalu disuruh membayar ongkos pulang pergi (PP) dan menanggung sendiri uang saku atlet sendiri bila mau ikut membawa nama Jabar.

“Demikian alasan kami, mohon disampaikan ke Dispora dan KONI Jabar terkait hal ini,” tegasnya.

Kekecewaan mendalam juga dialami Pengcab FORKI (Federasi Olahraga Karatedo Indonesia) Kota Bekasi. “Gile nih Dispora Jabar, atlet kami yang dipanggil ada lima orang, tapi dua di nomor kumite sudah lulus SMA. Itu artinya sama saja dengan bohong karena tak bisa ikut seleksi. Kemudian, ada tiga atlet cewek di nomor kata. Info dari pelatih, katanya kuota hanya buat 10 atlet ke POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) 2019, nah jika yang tiga ini lolos maka harus biaya sendiri karena yang bertiga di kata beregu putri tidak masuk kuota. Lho, aneh kan, dipanggil tapi gak bisa masuk kuota alias bayar sendiri atas nama Jabar,” jelas Ketua FORKI Kota Bekasi Zulkarnain Alregar.

Terkait hal itu, FORKI Kota Bekasi sudah mengutus Kabid Binpres Iin Hasanah untuk mempertanyakan kejelasan tersebut kepada Dispora Jabar, termasuk KONI dan FORKI Jabar.

Zulkarnain malah menilai, ada kesan dari Dispora Jabar untuk lebih mengedepankan dan mengutamakan atlet-atlet asal Bandung dan sekitarnya. “Kalau memang mau bikin ‘Bandung Sentris’ ya silakan, gak usah ada acara panggilan seleksi POPNAS segala. Mohon jadi perhatian Pemprov Jabar, KONI Jabar, dan induk cabor seperti Pertina dan FORKI Jabar,” tandasnya.

Seperti diketahui, Dispora Jabar melakukan pemanggilan bagi atlet dan pelatih untuk mengikuti seleksi POPNA XV-2019 Jabar pada 13-15 Agustus 2019. Daam daftar pemanggilan itu, tercatat ada 20 atlet dan satu pelatih yang dipanggil, masing-masing enam dari cabor angkat besi, 2 (voli indoor), 1 (judo), 5 (karate), 1 panahan, 1 (silat), 1 (tarung derajat), 1 (tenis), dan 1 (tenis meja). (zas)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close