Laporan Langsung dari Tanah Suci: Hujan di Mina Hanya Kapasitas Sedang dan Sebentar

Read Time3 Minutes, 14 Seconds

ADA berita WhatsApp (WA) yang tersebar hingga kami terima juga saat kami di Mina, yang bunyinya : “Kondisi saat ini di mina (info dari tim lapangan di Mina) sbb : 1. Listrik mati, eskalator menuju jamarat mati & listrik di tenda mati. 2. Akses jalur menuju ke Mina tempat pelemparan jumrah di tutup, Akibat dari hujan deras yang mengguyur Mekah Mina.. 3. Keadaan tidak kondusif karena penumpukan jamaah….
Ya Allah selamatkan para jemaah haji seluruh dunia yang ada di tanah haram-Mu Ya Robb.”

Alamakkk, betapa sedihnya kami menerima bunyi WA tersebut. Sebab, jamaah yang berada di Mina terlihat tenang-tenang saja. Hanya sedikit kebocoran tenda yang disebabkan adanya beberapa tenda yang tidak kuat ikatan terpalnya, dan ada juga akibat angin kencang terpal-terpal bergoyang dan berisik. Bahkan tenda yang kami tempati di Maktab 45, cenderung aman.

Yang lucunya, saat hujan deras mengguyur, personal petugas Maktab 45 berlarian keluar, bergembira ria, berjoget sambil bernyanyi nyanyi. Dan melihat kondisi kegembiraan tersebut, banyak juga jamaah haji ikut keluar dan bergembira ria bersama-sama petugas maktab.

Hujan di Mina, terjadi mulai Ahad, 11 Agustus siang hari, tapi hanya kapasitas sedang dan cuma sebentar. Keesokan harinya Senin, 12 Agustus 2019, tepatnya jam 15.25, hujan sangat deras tidak seperti biasanya. Nah, disinilah ujung pangkalnya.

Memang hujan sangat deras, hampir dua jam. Berita yang kami terima, kebanyakan yang melontar jumrah pada saat itu adalah bukan jadwal melontar jamaah Indonesia. Terowongan menuju dan arah balik dari tempat melempar jumroh, dimasuki air dan deras, sebab di dalam jalan terowongan ada kemiringan sekitar 7 derajat. Listrik memang padam agar tidak terjadi korsleting, tapi itu hanya tiga jam. Dan semua aktifitas berjalan seperti semula, aman, dan terkendali.

Akses menuju ke Mina, memang ditutup sementara saat hujan deras agar tidak terjadi penumpukan jamaah dan agar volume air bisa bebas keluar dari terowongan yang sudah mencapai di atas mata kaki. Setelah itu, jalur terowongan tidak berapa lama dibuka kembali. Dan terlihat di lapangan pihak aparat sangat sigap mengatasi kejadian tersebut. Sehingga keadaan tetap kondusif .. Alhamdulillah …

Selanjutnya, hari berikutnya, saat Nafar Tsani, sebanyak 92.676 orang jamaah haji Indonesia melakukan Nafar Tsani untuk melempar Jumroh. “Sementara sisanya 122.727 orang melakukan Nafar awal, dari total keseluruhan lebih dari 212 ribu orang yang terdiri dari 529 kelompok terbang (kloter),” kata Sekretaris Daerah Kerja Madinah, Agus Miroji.

Dan dari laporan yang kami terima pula bahwa tercatat untuk pelaksanaan distribusi katering di Mina, terhitung mulai 10-12 Dzulhijjah 1440 H diberikan sebanyak sembilan kali makan, yang disajikan dalam 1.863.236 boks. Data ini berdasarkan yang dimiliki siskohat atau terlapor. Tetapi, yang tidak terlapor atau tidak tercatat bisa jadi lebih banyak.

Allahu Akbar … Semua terkondisikan dengan baik, mulai dari wukuf di Arofah, bermalam di Muzdalifah hingga melempar jumroh di Mina, baik yang melakukan nafar awal maupun nafar tsani. Walaupun ada pemadaman listrik, akibat hujan. Namun semua itu tidak mengurangi semangat beribadah bagi jamaah haji. Allahu Akbar.
Sebetulnya, baik untuk nafar awal maupun nafar tsani tidak ada masalah. Namun bagi KBIH An Namiroh, dari tahun sebelumnya juga sudah memprogramkan di Tanah Air, untuk Nafar Tsani di Mina. Dan semua itu ada didalam Surat Al Baqarah ayat 203 yang berbunyi :

Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْۤ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِيْ يَوْمَيْنِ فَلَاۤ اِثْمَ عَلَيْهِ ۚ وَمَنْ تَاَخَّرَ فَلَاۤ اِثْمَ عَلَيْهِ ۙ لِمَنِ اتَّقٰى ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْۤا اَنَّکُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
wazkurulloha fiii ayyaamim ma’duudaat, fa man ta’ajjala fii yaumaini fa laaa isma ‘alaiih, wa man ta`akhkhoro fa laaa isma ‘alaihi limanittaqoo, wattaqulloha wa’lamuuu annakum ilaihi tuhsyaruun
Yang artinya : “Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 203)

Akhirnya, pada saat melaporkan berita ini, semua jamaah KBIH An Namiroh telah berada di Maktab lagi (No Rumah 708) di Sektor 7, daerah Misfalah, semua telah melaksanakan proses rukun haji. Dan dalam keadaan sehat, hanya satu orang dirawat di Rumah Sakit An Noor karena mendapat stroke. Selebihnya flu dan batuk batuk.
Hehehehe, ini Arab bung, hanya onta yang tidak batuk di sini. ****

Oleh Ust H Hasnul Kholid Pasaribu SE MM
(Ketua KBIH An Namiroh)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close