Lili Fadli Muhammad: Syukuri Apa yang Ada

0
57
Lili Fadli Muhammad (KOBEK)

Dulu waktu gaji Rp 1,2jt-an, HP cukup Nokia 3310, yang penting bisa kring. Motor bebek Honda Astrea sudah hebat bisa nganter ke mana-mana. Meski ngontrak di rumah petak Rp300 ribu per bulan, serasa surga dunia. Istri rajin masak di rumah, kalau pulang sayur sop dan kopi tubruk sudah siap di meja. Hidup tetap berjalan dan tetap happy meski sederhana.

Setahun kemudian, gaji sudah Rp5 jutaan. Istri minta HP juga biar tik-tok lebih enak, kalau ada apa gampang telepon. Honda Astrea mesti dijual karena kurang keren ganti MegaPro, ngangsur Rp 500 ribu per bulan, gak apa-apa biar trendy dikit. Ngontrak mesti pindah ke rumah yang bulanan dengan bujet Rp700 ribu, alih-alih perabot mulai banyak gak muat kalau rumah petakan. Istri dah mulai malas masak karna KFC dan McDonald lebih enak dan praktis.

Hidup tetap berjalan, happy dan mulai timbul angan-angan pingin ini pingin itu kalau gaji papa naik lagi.

Lima tahun kemudian gaji dah jadi Rp8 jutaan. HP jadul mesti diganti dengan yang touchscreen, Nokia melayang ganti Sony Ericson keluaran terbaru Experia. Mega pro gak cocok lagi, wajib ganti Ninja biar ngacir, ngutang gak apa-apa kan gaji naek terus. Rumah sudah pindah di cluster meski KPR 20 tahun, per bulan Rp1,8 juta.

Pola makan sudah ngikut artis wisata kuliner, KFC gak kelas, sekarang minimal Colaria, Seteak XXI, Kopi TM yang menunya aneh-aneh. Ada chicken mozarela, chiken cordonblue, ada juga ikan asin keju, hahaha…

Hidup terus berjalan, happy tapi agak nyut-nyutan bayar hutang. Dulu yang gak pernah ribut ma istri, sekarang dah mulai cek-cok urusan ngatur duit. Dah mulai punya visi hidup sebagai orang kaya baru. Jiaaah….!
Sepuluh tahun kemudian gaji Rp15 juta.

Di garasi udah ada Cenia… sstttt kabarnya utang di lesing Rp3,1 juta per bln x 4 tahun, mesti istri keberatan tapi kata papa; “gak papa ma, papa butuh challenge/tantangan yang lebih biar semangat kerja.” Cie… cie…!

Hmmm… dompet mama sekarang tebal isinya, Mandiri Credit Card, BNI Credit Card, BCA Credit Card, dan Kartu Pegadaian. Heeeee…!
Ternyata, makin tinggi gaji kita makin banyak yang kita mau.
Ternyata, uang bisa merubah segalanya.

Ternyata, berapapun uang yang kita punya, gak akan pernah mampu mencukupi nafsu duniawi.

Padahal, meski uang kita banyak, pilihan untuk dikendalikan atau mengendalikan uang tetap ada pada diri kita.

Padahal, kita bisa tetap punya penghasilan tinggi, namun tetap sederhana.
Padahal, kita masih bisa tetap tercukupi meski dengan gadget yang sederhana sekalipun.

Padahal, kita juga tahu bahwa apapun yang kita makan, produk yang dikeluarkan tidak akan pernah berubah dan pasti terbuang di lubang toilet.
Jangan malu hidup sederhana karena sederhana itu sikap hidup BUKAN PELIT.

Jangan malu makan masakan istri karena lebih sehat, bersih, dan bergizi.
Jangan malu tidak punya kartu kredit karena pengguna kartu kredit kebanyakan dipakai karena gak punya uang cash.

Jangan diperbudak oleh trend, HP, motor dan mobil jika engkau turuti gak akan pernah habis engkau beli…
Ingat!!! Berlebihan itu temannya setan.
INGAT… Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan berbagi.

Jadi biasakanlah untuk membagi kebahagian yang engkau peroleh dengan keluarga dan orang lain!

Saat berpulang ke sisi-Nya… tidak ada apapun yang terbawa. Sedang catatan harta kekayaan hanya akan jadi pertanyaan akhirmu dari mana kau dapatkan dan untuk apa kau gunakan?

(Lili Fadli Muhammad adalah Wakil Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here