KONI Kota Bekasi Menuju 3 Besar Porda XIV-2022 Jawa Barat

0
101
Tim Kriket Kota Bekasi (KOBEK)

Cabang olahraga (cabor) kriket (cricket) merupakan nomor baru yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII-2018 Jawa Barat yang berlangsung di Kabupaten Bogor. Seperti pada umumnya cabor baru, tentu potensi mendulang medali emas di setiap penyelenggaraan kegiatan, sangat terbuka lebar.

Demikian juga saat pertama kalinya dimasukkan sebagai cabor resmi di Porda 2018, hanya ada enam daerah yang ikut ambil bagian.

Dari enam kontingen tersebut, tim Kriket Kota Bekasi keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Dengan rincian, medali emas dari kelas T20 Putra, perak di Super Eight Putra dan Super Eight Putri, serta perunggu di nomor T20 Putri.

Hingga kini, tercatat sudah ada penambahan pengurus cabang (pengcab) kriket di Jabar, dari yang semula enam menjadi sembilan. Kendati demikian, potensi mempertahankan gelar juara umum di Porda 2020 tetap terbuka dengan menjadi pendulang medali emas tetap terbanyak.

Namun, menurut Ketua Umum Perstuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Bekasi, Hasan Basri, ada beberapa faktor penunjang untuk bisa mewujudkan prestasi itu.

“Barometer kekuatan kriket Jabar ada di Kota Bekasi dengan dipanggilnya hampir sebagian besar atlet kriket Kota Bekasi dalam Pelatda PON 2020 Papua. Kedua, usai Porda 2018, terhitung sejak Januari 2019, PCI Kota Bekasi terus melakukan latihan rutin seminggu 3 (tiga) kali di lapangan kriket Unisma Bekasi Kemudian yang ketiga, melakukan rekrutmen atlet dimana pengurus meminta kepada setiap atlet untuk membawa dua calon atlet yang akan dididik dan dibina menjadi atlet kriket,” ujarnya.

Hal lainnya adalah, dalam waktu dekat tim pelatcab kriket Kota Bekasi ditangani pelatih internasional asal Pakistan. “Selain itu, karena kami sudah memiliki sarana dan prasarana latihan serta perlengkapan latihan yang memadai. Dengan lima faktor penunjang ini, PCI Kota Bekasi optimis dapat mempertahankan gelar juara umum dengan target dua emas dari enam nomor yang diperebutkan,” lanjut Hasan Basri.

Dalam upaya mengejar target tersebut, pihaknya pun meminta dukungan penuh dari KONI Kota Bekasi. “Antara lain, perlengkapan latihan yang memadai untuk tim putra dan putri dengan total anggaran Rp160 juta (@Rp80 juta/tim kali dua tim putra dan putri), uang transport bagi 30 atlet pelatcab secara rutin, serta honor untuk pelatih asal Pakistan dimana per datang sudah disepakati sebesar Rp500 ribu,” jelasnya.

Selain mengunjungi cabor kriket, tim verifikasi KONI Kota Bekasi juga sudah menyasar sejumlah cabor yang melakukan rutinitas latihan, seperti menembak, biliar, tenis meja, petanque, dan lainnya. (zas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here