Walikota Bekasi Resmikan Penggunaan MPP dan OSS di BTC Mal

Read Time2 Minutes, 57 Seconds

WALIKOTA Bekasi Rahmat Effendi meresmikan penggunaan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan HM Joyo Martono,
Bekasi Trade Center (BTC) Mal Lt 2, Bekasi Timur, Rabu (4/9).

Peresmian ini dilakukan karena MPP di Mal Bekasi Junction, Jalan Juanda Bekasi Timur, Kota Bekasi sudah tidak beroperasi lagi sejak Jumat (30/8).

Mulai Senin (2/9), MPP di BTC Mal sudah bisa melakukan 113 jenis layanan, OSS (Online Single Submission) 32 buah, dan 30 Non OSS. Bahkan, 17 organisasi perangkat daerah (OPD) sudah aktif melayani masyarakat.

Layanan OSS ini, sebuah sistem perizinan online yang berlaku secara nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik dan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 92 Tahun 2019 tentang Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik di Kota Bekasi.

Peresmian dilakukan Walikota Bekasi Rahmat Effendi didampingi Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto. Dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi, para Kepala OPD, dan Owner PT Gapura Inti Utama, Rudy Margono.

MPP merupakan program unggulan 100 Hari Kerja Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi. Keberadaan MPP bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mempermudah pengurusan dokumen seperti kependudukan, perizinan usaha, pembuatan sertifikat tanah, pembayaran pajak kendaraan bermotor,  pembayaran pajak bumi dan bangunan serta pelayanan lainnya.

Untuk tahap awal launching ini, terdapat 17 instansi pelayanan publik yang bergabung di MPP BTC Mal. Seperti Polres Metro Kota Bekasi, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Bank BJB, BPJS Ketenagakerjaan, Kantor Pos, Bank BNI, PDAM Tirta Patriot, Kantor Kementerian Agama, Kantor Imigrasi, Telkom, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bekasi Selatan, KPP Pratama Bekasi Barat, KPP Pratama Bekasi Utara.

Jumlah instansi pelayanan publik yang bergabung diharapkan dapat bertambah, sehingga kebutuhan warga di bidang pelayanan semakin terpenuhi. 

“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Bekasi terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakatnya. Nantinya Mal Pelayanan Publik ini akan melayani masyarakat yang berdomisili terdekat, sehingga masyarakat tak perlu jauh-jauh, tak perlu waktu lama. Disini bisa dilayani sepenuh hati dengan segala fasilitas yang nyaman. Pemimpin harus berfikir taktis, harus membuat keputusan cepat dan sesuai aturan,” papar Rahmat Effendi.

Walikota yang akrab disapa Pepen, memastikan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Untuk itu, Pepen berharap setiap hari harus ada perbaikan kualitas dan berikan kepastian hukum kepada masyarakat. Dia memberi contoh saat proses izin Transpark Juanda dan London School, dalam waktu 3 bulan langsung ada kepastian hukumnya.

Lintong Ambarita

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi Lintong Ambarita mengatakan, proses pemindahan ini memang baru dilakukan sejak tiga hari lalu. Untuk itu, beberapa gerai pelayanan belum dapat beroperasi secara penuh. 

“Kita melakukan perpindahan, hari ini sudah mulai pelayanan seperti surat kependudukan, SKCK itu sudah berjalan hari ini, tapi untuk layanan lainnya akan menyusul besok,” kata Lintong.

Ia juga mengatakan, DPMPTSP memilih lokasi baru ini karena dinilai lebih representatif ketimbang lokasi lama di Pasar Proyek Bekasi Junction, Jalan Mayor Oking (pasar proyek).

“Hari ini kita launching, jaringan internet untuk menunjang kelancaran pelayanan juga sudah dipersiapkan,” kata Lintong. 

Adapun perpindahan MPP dari Pasar Proyek Bekasi Juction ke BTC Mall ini tidak serta merta hanya memindahkan lokasi pelayanan saja. Melainkan, ada beberapa jenis pelayanan baru yang dihadirkan. 

“Ada 17 instasi yang bergabung akan ada 96 layanan, jumlah ini lebih banyak ketimbang di tempat yang lama, hanya 12 instasi dan sekitar 30an gerai pelayanan,” paparnya. 

Dia menegaskan, proses pemindahan MPP ini mengandalkan tenaga staf DPMPTSP, mereka bekerja sejak tiga hari terkahir. Sedangkan untuk sewa gedung, pemerintah diberikan kemudahan dengan dibantu CSR dari pengembang mall. 

“Kita hanya memindahkan barang-barang saja, sama instalasi ulang, tempat kita dapat bantuan CSR dari pengembang selama 2 tahun gratis,” tutupnya.(gar)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close