Walikota Kunjungi Kabupaten Magetan Soal Tata Kelola dan Proses Bank Sampah

0
48
Walikota Bekasi Rahmat Effendi (KOBEK)

Walikota Bekasi Rahmat Effendi bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana dan beberapa Camat di Kota Bekasi, mengunjungi Kabupaten Magetan, Jawa Timur terkait penataan dan tata kelola sampah, serta mengembangkan potensi di bank sampah.

Selama dua hari kunjungan (5-6 September 2019), Rahmat Effendi bersama rombongan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Bambang Tri Yanto di Kantor Pemerintah Kabupaten Magetan.

Selain memperat silaturahmi tentunya diharapkan pertemuan ini menjadi pembelajaran di Kota Bekasi terkait pengelolaan bank sampah yang sudah mulai berjalan di Kota Bekasi. Pasalnya, Kabupaten Magelang telah memiliki Bank Sampah Sapu Jagad yang sudah menghasilkan barang-barang unik dan berguna.

Saat meninjau Bank Sampah Sapu Jagad, Rahmat Effendi bersama rombongan memperhatikan proses dari awal masuknya sampah hingga dipilah untuk bisa dijadikan kerajinan dari sampah daur ulang.

“Kapan kapan saya akan main bersama Bupati Magetan melihat kondisi Kota Bekasi yang telah berkembang. Kita juga akan mempelajari banyak hal untuk diterapkan di Kabupaten Magetan. Terima kasih Walikota Bekasi dan rombongan telah hadir jauh ke daerah kami,” ujar Sekda Kabupaten Magetan Bambang Tri Yanto.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Magetan. “Hal luar biasa kita belajar mengenai Bank Sampah dan penataan sampah di Kota Bekasi, karena kami hampir tiap harinya menerima 17 ton sampah untuk dikelola, di TPTS Bantargebang dan TPA Sumur Batu telah menggunung sampah yang harus benar-benar dikelola kembali dengan baik,” kata Rahmat Effendi.

Usai meninjau lokasi Bank Sampah Sapu Jagad, Rahmat Effendi mengintruksikan kepada camat yang ikut dan Dinas Lingkungan Hidup agar benar benar mempelajari mengenai prosesnya. Dia berharap kunjungan ke Kabupaten Magetan tidak sia-sia. Setidaknya, apa yang sudah disaksikan di Magetan bisa diterapkan di Kota Bekasi.

“Bergerak melalui bidang koordinator di tiap kecamatan, dan menerapkan di wilayah RW, agar mengerti bagaimana pengelolaannya, dan bisa menghasilkan kreatifitas dari hasil pilah sampah,” katanya. (hms/jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here