Pemkot Segera Jalin Kerjasama dengan IBM Bekasi

0
57
Walikota Bekasi Rahmat Effendi (KOBEK)

Selasa (10/9) Walikota Bekasi Rahmat Effendi menerima Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi Jaenudin dan jajarannya. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Walikota itu, berlangsung santai dan lebih bersifat silaturahmi.

Selain menyampaikan struktur baru IBM Bekasi, Jaenudin juga menjelaskan berbagai program IBM Bekasi yang nantinya bisa disinerjikan dengan jajaran Pemkot Bekasi, khususnya yang terkait dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi IBM Bekasi.

“Dalam waktu dekat kita akan mengirimkan 15 mahasiswa yang masuk program beasiswa untuk belajar Bahasa Inggris ke wilayah Pare di Kediri. Juga kita ada program Mobil Pelayanan Umat (MPU) yang nantinya pada setiap Sabtu dan Minggu, mahasiswa IBM Bekasi akan mengadakan bakti sosial di sejumlah masjid yang ada di Kota Bekasi usai shalat subuh,” jelas Jaenudin.

Program lainnya adalah pengembangan perluasan pembangunan kampus terkait jumlah mahasiswa yang terus meningkat setiap tahunnya. “Semester lalu jumlah mahasiswa baru kita di angka 130 an, tapi sekarang sudah mencapai 260 mahasiswa. Bahkan, untuk dua fakultas sudah kita tutup lebih awal karena jumlah yang mendaftar sudah melebihi kuota,” papar Jaenudin yang didampingi Wakil Rektor Lili Fadli Muhamad dan Dekan Fakultas Teknik dan Komunikasi (FTK) Zulkarnain Alfisyahrin.

Menanggapi hal ini, Rahmat Effendi menyambut positif semua program yang disampaikan Jaenudin. Pada prinsipnya, Walikota siap memberi dukungan, termasuk dengan rencana pengiriman 15 mahasiswa ke kampung Pare di Kediri. “Nanti kita bantu berapa persen lah buat mahasiswa yang mau ke Kediri. Malah bagus tuh, kenapa Kota Bekasi ga bisa bikin seperti itu ada kampung bahasa inggris. Saya juga ingin membuat program mahgrib mengaji bisa terwujud di semua masjid yang ada di Kota Bekasi,” kata Rahmat Effendi sembari menambahkan akan mensinerjikan beberapa program itu dengan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) di mana dia selaku ketuanya di Kota Bekasi.

Menurutnya, Gerakan Magrib Mengaji (GMM) berkaca pada era kini di mana telah terjadi perubahan pola perilaku dan sikap di tengah masyarakat, di mana sebagian warga, khususnya anak-anak melakukan aktivitas yang lain.

“Gerakan ini sekaligus menindaklanjuti surat edaran Gubernur Jawa Barat. Semua masyarakat harus terlibat. Mulai camat, lurah, kiai, ustaz, ustazah dan para tokoh lainnya,” jelas Walikota. (zas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here