Sri Rahayu Minta Cellica Evaluasi Kadis LH

Read Time53Seconds

KARAWANG – Anggota DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu Agustiana menegaskan, kasus Barugbug sebetulnya sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu, namun progres solusinya hingga hari ini belum dirasakan masyarakat sepanjang aliran sungai Cilamaya.

“Sebetulnya, tahun sebelumnya sudah dilakukan peninjaun ke lokasi sungai Cilamaya, yang tercemar bau menyengat akibat limbah industri,” kata Sri Rahayu, saat kembali meninjau Sungai
Cilamaya, Minggu (15/09/2019) kemarin.

Seharusnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, setiap ada laporan atau rakyat datang menanyakan kasus Barugbug ada progres perbaikan atau minimal memberikan perkembangan sejauh mana penaggunalangan dan kendala yang dihadapi, bukan melempar masalah seperti melepas tanggung jawab.

“Saya berharap Bupati Karawang CELLICA mengevaluasi kinerja Kadis DLHK, karena kinerjanya yang kurang memuaskan,” kata Sri.

Sri juga dalam kunjungan mendadak, mulai di Bendungan Barugbug menemui komunitas peduli Barugbug, mendapat masukkan masalah limbah Barugbug tak kunjung usia, dan masyarakat sepanjang aliran sungai sudah terlalu lama menderita dengan bau dan air sungai yang hitam pekat, sehingga menggangu aktivitas warga sepanjang bantaran sungai.
“Masyarakat sudah terlalu lama menderita, sehingga dinas terkait untuk segera mencari solusinya, bisa dilakukan secara konprehensif,” pungkasnya. (Zriel)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close