Kaprodi Ilkom IBM Bekasi Nilai Ragam Budaya Bisa Jadi Lahan Investasi Besar

Read Time1 Minute, 20 Seconds

Kebudayaan Indonesia sangat banyak ragamnya dan akan menjadi satu lahan investasi besar jika nantinya dikelola dengan baik. Karenanya, perlu ada sosialisasi Undang Undang Pemajuan Kebudayaan.

Hal itu  itu tercetus saat Lembaga Seni dan Budaya Olahraga (LSBO) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang bekerjasama dengan DPR RI Komisi X (Kementerian Pendidikan dan Budaya) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Undang-undang Pemajuan Kebudayaan di Golden Ballroom Hotel Sultan, Rabu (18/9).

Kegiatan ini diikuti sejumlah peserta dari  Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), salah satunya dari Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi, pengurus Pimpinan Wilayah Aisyiyah DKI, utusan mahasiswa IMM, dan  beberapa perwakilan Lembaga milik Muhammadiyah.

Acara dibuka Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid yang dilanjutkan dengan laporan pelaksana kegiatan  oleh Sekretaris Direktur Jenderal Kebudayaan Sri Harpembahasan mengenai Implementasi UU No 5/2017 yang disampaikan Marlinda Irwanti Purnomo dari Komisi X DPR. Selain itu, juga ada pemateri Nazarudin Ramli  (Direktur Warisan dan Diplomasi) dan Edi Sukardi (Wakil Ketua LSBO) serta moderator Izul Muslimin dari LSBO

Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi IBM Bekasi, Trisnawati yang hadir dalam kegiatan ini, sosialisasi tersebut menjelaskan tentang bagaimana substansi negara untuk memajukan kebudayaan sebagai investasi negara. Apalagi, kebudayaan Indonesia sangat banyak ragamnya yang nantinya akan menjadi investasi besar apabila dikelola dengan baik.

“Para pemateri pun cukup bagus, seperti Ibu Marlinda yang menyampaikan materi tentang proses landasan dan arah Undang Undang No 5 tahun 2017. Kemudian ada Bapak Nazarudin yang menyampaikan dampak kemajuan kebudayaan yang disebabkan kemajuan teknologi, seperti menurunnya tingkat sosialisasi dalam masyarakat, etika kesopanan yang semakin menurun di masyarakat, khususnya kalangan remaja. Terakhir Bapak Edi yang menyampaikan materi tentang landasan budaya di Muhammadiyah yang memahami seni dengan epistemologi bayani, burhani, dan irfani,” papar Trisnawati. (zas)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close