Catatan Neta S Pane dari Paris: Di Champs Elysees, Harga Sewa Toko Masuk Termahal Kedua di Dunia

by -537 views
Neta S Pane (KOBEK)

Champs Elysees dulu adalah kawasan barak tentara Napoleon Bonaparte. Untuk menghormati kebesaran tentaranya di Champs Elysees, Napoleon membangun Arc de Triomphe, sebuah monumen pelengkung di jalan masuk Champ Elysees. Kini Champs Elysees menjadi kawasan paling mewah di Paris. Setiap perempuan di dunia, selalu bermimpi bisa hadir dan jalan-jalan menyusuri serta menikmati Champs Elysees.

Maklum di kiri kanan jalan ini bertaburan toko-toko branded yang super mewah. Apalagi jika menyusurinya di malam hari, kemewahan Champs Elysees makin menyalak, dengan lampu warna-warninya. Dan orang orang yang memadati kafe kafe di kiri-kanan jalan. Atau para sosialita yang melenggak lenggok sambil menenteng tas.

Jalanan Champs Elysees hanya sepanjang 1910 meter dan lebar 70 meter, dengan trotoar yang lebar di kiri kanan jalan. Pepohonan di sepanjang jalan juga membuat Champs Elysees teduh. Jalanan ini dibangun tahun 1670 tapi baru diresmikan pada 2 Maret 1864. Ujungnya berawal di Place de la Concorde dan berakhir di Place Charles de Gaulle.

Champs Elysees sering juga disebut sebagai Lapangan Elysum. Di sepanjang jalan ini terdapat bioskop, kabaret, kafe, dan toko-toko super mewah. Orang-orang juga menyebut Champs Elysees sebagai jalan terindah di dunia atau la plus belle avenue du monde.

Di jalanan idaman para sosialita dunia ini, pertokoan murah dilarang buka di sini. Selain harga sewanya cukup mahal, keberadaan pertokoan murah itu sangat mengganggu citra Champs Elysees. Mau tahu harga sewa toko di sini, 1,25 juta Dolar AS pertahun untuk luas 100 meter2. Artinya, harga sewa pertokoan di Champs Elysees termahal kedua di dunia setelah Fifth Avenue di New York.

Sore itu aku berada di Le Cafe, persis di depan pelengkung Arc de Triomphe. Menikmati segelas black coffe tanpa gula ditemani sekotak sigar Guerrilla 1873 buatan Aceh. Dalam semburan asap sigar dan tawa riuh wanita wanita Paris yang memadati Le, aku mencoba merasakan kemewahan Champs Elysees. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.