Partai Koalisi Pecah Kongsi, Golkar dan PPP Ditinggal Tanpa Jatah Apapun

Read Time2 Minutes, 45 Seconds

Partai Koalisi Pilkada 2018 pecah kongsi. Jika sebelumnya didukung penuh sembilan partai untuk memenangkan duet Rahmat Effendi/Tri Adhianto, kini hanya tersisa dua, tinggal berteman dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Setidaknya itu yang tergambar dari nihilnya jatah pimpinan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) bagi partai penguasa di DPRD Kota Bekasi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku tidak mempersoalkan partainya yang tidak mendapatkan jatah pimpinan AKD itu. Walikota Bekasi ini mengaku kegagalan Fraksi Golkar yang tidak mendapatkan jatah pimpinan AKD, tidak mempengaruhi jalannya roda pemerintahan. Dia menilai, esensi kinerja DPRD adalah legislasi, pengawasan dan penganggaran.
“Soal tidak dapat emang kenapa? Politik kan biasa. PDIP di pusat dulu 2014 juga gak dapat apa-apa. Politik kan biasa.

Fungsinya (DPRD) kan sebagai lembaga legislasi, kontrol dan anggaran. Kita sama-sama bekerja, fungsi ini yang kita maksimalkan,” katanya saat ditemui awak media usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (7/10).

Ia juga menambahkan, kedudukan DPRD diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Penyelenggara Pemerintahan Daerah. Dengan regulasi tersebut, pria yang akrab disapa Pepen ini tidak merisaukan partai pendukung koalisi dalam Pilkada 2018 yang berbalik arah.

“Yang penting sekarang kinerjanya, mau sendiri (Fraksi Golkar) atau bersama. Kan dalam undang-undang pemerintahan, ada legislatif dan eksekutif. Tidak ada istilah pengelompokan,” tandasnya.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Bekasi Sholihin. Dia enggan mempersoalkan kegagalannya menjadi Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi dalam pemilihan pimpinan AKD Jumat pekan lalu. Menurutnya, perubahan keputusan dalam politik merupakan hal yang biasa terjadi.

“Gak ada masalah, ini keputusan politik ya kita hormati. Jika ada proses, dinamika, itu wajar. Tetapi kita masih mempertahankan argumentasi awal bahwa sebelum AKD digelar kan kita sudah sepakat,” kata Sholihin.

Tidak adanya keterwakilan Fraksi Golkar Persatuan dalam seluruh pimpinan AKD, menurut Sholihin imbas dari konspirasi politik yang dilakukan lima fraksi lainnya. “Ketika ada konspirasi di luar, itu wajar. Cuma kita sebagai orang beragama, seharusnya menjaga komitmen dan beretika dalam politik. Intinya, kita hormati, mau jadi ketua atau tidak kita tetap bekerja. Karena keputusan kan kolektif kolegial,” tandasnya.

Disinggung rencana ke depan tanpa adanya posisi strategis dalam AKD, Sholihin secara tegas meminta seluruh anggota Fraksi Golkar Persatuan jangan baper alias bawa perasaan. “Dalam politik jangan baper. Kita memiliki hak yang sama dengan anggota dewan lainnya. Kita tetap bekerja mengawasi eksekutif agar proses pemerintahan berjalan dengan baik. Tetapi kontrol yang dilakukan juga harus menjaga etika dan bertujuan untuk kemajuan Kota Bekasi,” kata Sholihin.
Dia juga meminta agar setiap AKD melakukan pengawasan secara konstruktif dan memiliki solusi.

“Dalam kontek pemerintah kan semua harus diawasi. Tetapi harus konstruktif dan jangan membabi buta. Agar jalannya roda pemerintahan berjalan normal dan efektif,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa DPRD Kota Bekasi menyelenggarakan pemilihan AKD DPRD pada Jumat lalu. Dalam setiap alat kelengkapan, baik di komisi maupun di badan, Fraksi Golkar tidak memperoleh posisi ketua, wakil ketua, maupun sekretaris.

Susunan AKD DPRD Kota Bekasi 2019-2024
Komisi I
Ketua : Abdul Rojak (Demokrat)
Sekretaris : Saifuddaulah (PKS)
Wakil Ketua : Aminah (PAN)

Komisi II
Ketua : Arif Rahman Hakim (PDIP)
Sekretaris : Syaifudin (PKS)
Wakil Ketua : Sodikin (Demokrat)

Komisi III
Ketua : Abdul Muin Hafied (PAN)
Sekretaris : Nuryadi Dharmawan (PDIP)
Wakil Ketua : Puspa Yani (Gerindra)

Komisi IV
Ketua : Sardi Effendi (PKS)
Sekretaris : Evi Marfiningsianti (PAN).
Wakil Ketua : Rudi Heryansyah (PDIP)

BAPEMPERDA
Ketua : Nicodemus Godjang (PDIP)
Wakil Ketua : Heri Purnomo (PKS)

Badan Kehormatan
Ketua : Lilis Nurlia (PKS)
Wakil Ketua : Mustofa (Gerindra)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close