Distan Akan Sidak Proyek Pembangunan Mahkota Regency 2

Read Time1 Minute, 55 Seconds

Dinas Pertanian Kabupaten Karawang mesti segera turun ke lokasi pesawahan Dusun Karangmulya, Desa Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya.

Pasalnya, petani setempat mulai khawatir tanam padi musim ini mengalami kesulitan air, bahkan gagal panen.

Hal itu akibat adanya penutupan saluran air pesawahan oleh pembangunan Perumahan Mahkota Regency di Dusun Karangmulya, Desa Karangjaya, Kecamatan Tirtamulya.

“Kami selaku masyarakat kecil minta bantuan ke pemerintah untuk masalah pertanian ini,” kata H. Dinan (50), warga Desa Karangjaya, Minggu (6/10/2019).

Dinan, menceritakan sebelum ada pembangunan perumahan, ada saluran air kecil yang mengaliri ke pesawahan tersebut. Namun karena ada sejumlah tanah sawah dibeli pihak perumahan, kemudian dilakukan pengarugan peruntukan rumah. Saluran air yang biasa mengaliri pesawahan ditutup pengarugan perumahan itu.

“Sawah kami yang berhimpitan perumahan jadi kesulitan air,” katanya.

Untuk melanjutkan tanam padi, petani terpaksa mengeluarkan tenaga dan modal tambahan agar sawahnya itu bisa bercocok tanam dengan cara membendung saluran air utama. Kemudian menggunakan selang plastik dipompa supaya air masuk ka area pesawahan.

“Setiap hari kami mesti ke sawah. Kalau tidak, ya tidak mungkin bisa tanam padi, karena sulit air,” tambahnya.

Belum lagi hasil panen musim ini jauh berbeda dari sebelumnya. “Pastinya hasil menurun dan tidak seperti dulu lagi. Sekarang jadi tidak produktif lahan sawahnya, akibat ada penutupan saluran air,” bebernya.

Para petani ini berharap pemerintah bisa memfasilitasi permasalahan yang mereka hadapi. “Kita sih maunya dibuatkan saluran air lagi untuk mengairi pesawahan,” harapnya.

Hal serupa disampaikan H. Awin petani lainnya. Ia juga mengaku kesal atas penutupan saluran air tersebut tanpa memperdulikan petani sekitar.

“Kami ini warga pribumi, lingkungan setempat tolong perhatikan petani juga,” pintanya.

Awin menyebutkan, petani sudah siap melakukan musyawarah bersama untuk mencari solusi masalah itu. Namun pihak pengembang Perumahan Mahkota Regency melalui kuasa hukumnya tidak berada di kantor.

“Padahal sudah ada janji sebelumnya mediasi dengan petani untuk mencari solusi. Tapi mereka tidak ada, kami merasa dibohongi. Pihak pengembang sendiri yang membuat janji agar kami datang ke kantor pengembang pukul 14.00. Tidak ada yang menerima kami untuk musyawarah. Padahal ada Branc Manajer Mahkota Regency, Wida dan karyawannya. Namun tidak memberikan penjelasan kepada yang datang,” kesalnya.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pertanian Karawang, Hanafi menyebutkan, pengembang perumahan tidak diperbolehkan menutup saluran air yang ada untuk pesawahan. Adanya aduan masuk kepada pihaknya, Hanafi, akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP Karawang untuk melakukan kroscek lapangan.
“Nanti saya coba koordinasi dan buat laporan ke Satpol PP,” kata Hanafi. (Zriel)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close