Dituduh dan Dibohongi, Bos PT ALS Geram

Read Time3 Minutes, 7 Seconds

Sebelumnya dikatakan Asda I Bidang Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Karawang sebagai penyebab hilangnya retribusi Pasar Cikampek 1 sebesar Rp.2,8 miliar, PT. Aditya Laksana Sejahtera (ALS) akhirnya buka-bukaan.

Bukan tanpa sebab, alasan PT. ALS enggan meninggalkan Pasar Cikampek 1 karena ada kesepakatan dengan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, terkait pemutusan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan pasar sejak 2015.

Kendati sudah ada surat putusan Mahkamah Agung Nomor : 2976 K/Pdt/2018, tertanggal 30 November 2018 yang menegaskan bahwa PT. ALS sudah tidak berhak mengelola Pasar Cikampek 1, namun dengan alasan adanya perjanjian ‘klausul tertentu’ dengan Bupati Cellica, maka PT. ALS enggan mengembalikan pengelolaan pasar kepada Pemkab Karawang.

Soal pemutusan PKS antara Pemkab Karawang dengan PT. ALS yang ditandatangani langsung oleh Bupati Cellica Nurrachadiana pada tahun 2015 silam yang saat ini statusnya masih sebagai Plt Bupati,

Owner PT. ALS, Henny Haddade menegaskan, jika dalam perjanjian tersebut ada klausul yang menjelaskan tentang pemutusan kontrak pengelolaan restribusi Pasar Cikampek 1 dan 236 kios atau lapak.

Klausul itu, bisa berlaku jika pihaknya (ALS) menerima pembayaran sebesar Rp.18 miliar. Namun, ia mengaku kalau dari tahun 2016 sampai saat ini baru hanya menerima Rp.1,8 miliar. Henny juga menegaskan, untuk membangun Pasar Cikampek 1, pihaknya sudah menghabiskan uang yang tidak sedikit, yakni sebanyak Rp.60 miliar.

“Waktu itu kami meminta penggantian Rp.18 miliar, namun kami hanya menerima uang sebesar Rp.1,8 miliar pada 10 Maret 2016. Pasar saya bangun Rp.60 miliar, saya dibayar hanya Rp.1,8 miliar,” kata Henny, kepada wartawan, kemarin.

Ia menegaskan, jika lahan dengan luas hampir 7 hektare di Pasar Cikampek 1 adalah miliknya (bukan milik Pemkab Karawang lagi). Karena, tanah seluas 7 hektare tersebut atas nama pemilik Sijem Nji dengan bukti selembar girik. Kemudian, dibeli oleh PT ALS.

Bahkan Henny mengaku, termasuk terminal Cikampek pun sudah menjadi hak kepemilikannya.
“Setelah bertemu pemilik atau ahli waris, tanah hampir 7 hektare ini sudah saya beli, termasuk terminal Cikampek,” tegasnya.

Bahkan Henny, merasa selama ini dibohongi oleh setelah ia mengetahui lahan tersebut bukan milik Pemkab Karawang. Dan PT. ALS telah membangun di lahan milik orang lain.
“Sejak tahun 2009 saya dibohongi, dan saya bisa menuntut balik. Kenapa saya disuruh membangun di atas tanah yang bukan milik Pemkab,” tandasnya.

Sebelumnya, PT. ALS Disebut Rampas Uang Retribusi Rp.2,8 Miliar. Asda I Bidang Pemerintahan Kabupaten Karawang, Samsuri, ungkap hilangnya uang retribusi pasar cikampek Rp.2,8 miliar.
Ironisnya, PT. ALS yang disebut penyebab hilangnya uang retribusi itu.
Bukan tanpa sebab Samsuri mengungkapkan persoalan ini. Dikarenakan PT. ALS diduga menguasai fisik bangunan maupun Pasar Cikampek 1 secara illegal, “Pemkab Karawang akan menuntut PT. ALS,” tegas Samsuri, beberapa waktu lalu.

Samsuri, mengungkapkan setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor:2976 K/Pdt/2018, tertanggal 30 November 2018 perkara perdata tingkat kasasi, pemkab akan menganalisa langkah-langkah hukum yang akan ditempuh untuk menuntut PT. ALS.
“Saya sudah memerintahkan Bagian Hukum untuk menganalisa langkah-langkah hukum untuk menuntut PT. ALS,” ujarnya.

Pada tahun 2015 lalu, Pemkab Karawang sudah memutus Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. ALS, karena dinilai telah melakukan wanprestasi. Sehingga secara hokum, PT. ALS tidak lagi memiliki hak atau kewenangan untuk menguasai bangunan maupun mengelola Pasar Cikampek 1.
Setelah memutus PKS dengan PT. ALS, sambung Samsuri, Pemkab Karawang kemudian kerjasama dengan PT. Celebes Natural Propetindo untuk mengelola Pasar Cikampek 1 dan menguasai bangunan pasar tersebut.

“Atas dasar itulah, kami sedang menganalisa langkah hukum, apakah PT. ALS ini menyerobot atau apakah menguasai pasar dan bangunan tanpa izin, atau apakah penggelapan,” katanya.

Diakuinya, meski Pemkab Karawang telah menunjuk PT. Celebes Natural Propetindo untuk mengelola Pasar Cikampek 1, namun upaya itu tidak berhasil. Sebab, sampai sekarang PT. ALS masih menguasai fisik, bangunan dan Pasar Cikampek 1.
“Akibatnya, PT. Celebes Natural Propetindi mundur dan menyerahkan kembali pengelolaan Pasar Cikampek 1 ke Pemkab Karawang,” katanya.

Dengan kejadian ini, tambahnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar, khususnya Pasar Cikampek 1 sebesar Rp.700 juta tidak terealisasi.
“Kalau dari tahun 2015, berarti retribusi Pasar Cikampek yang tidak tertarik mencapai Rp.2,8 miliar. Ditambah pada tahun 2013 lalu PT. ALS masih memiliki tunggakan retribusi sebesar Rp.1,7 miliar,” pungkasnya. (Fan)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close