Ironis, Seluruh MUI Kecamatan Nyaris tak Punya Kantor

Read Time1 Minute, 45 Seconds

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi menggelar pelatihan manajemen bagi pengurus MUI Kecamatan, Rabu (9/10). Hal itu dilakukan guna menambah wawasan pengurus MUI Kecamatan dalam pengelolaan manajemen organisasi. Sayangnya, kantor sebagai sekretariat menjadi kendala utama para pengurus dalam mengelola organisasi.

“Dari 12 kecamatan, umumnya kita gak punya kantor atau sekretariat. Karena itulah roda organisasi MUI di tingkat kecamatan boleh dibilang vakum dan tak punya kegiatan apa-apa. Habis dilantik yang selesai, program dan kegiatan tidak ada. Ini yang jadi perhatian utama kita dalam pelatihan manajemen bagi pengurus MUI di tingkat kecamatan,” ujar Ketua MUI Kota Bekasi Zamakhsyari Abdul Majid kepada Koran Bekasi usai acara pelatihan manajemen tersebut.

Karena itulah, dia berharap Pemerintah Kota Bekasi peduli akan kehadiran MUI di tingkat kecamatan. “Tadinya kita berharap ada satu ruangan khusus di kantor kecamatan yang bisa digunakan sebagai kantor MUI Kecamatan. Jadi tidak hanya pelantikan dilakukan di kecamatan, juga disipakan kantornya. Sayang sampai saat ini belum ada. Kantor MUI Kota Bekasi ini saja baru di periode Walikota Bekasi Rahmat Effendi kita dapat di Islamic Centre ini,” lanjutnya.

Soal pelatihan manajemen ini, Zamakhsyari berharap ada peningkatan kompetensi para pengurus MUI Kecamatan tentang organisasi sehingga setelah pelatihan ini dapat mengelola dan memanej organisasi dengan baik dan profesional.

“MUI merupakan organisasi keagamaan yang besar dan strategis dalam tugas membina umat karena representasi umat terbesar di Indonesia. Pengurus MUI dituntut mampu mengelola organisasi melalui manajemen modern, baik dalam bidang potensi sumber daya insani, penguatan kelembagaan, sinkronisasi program, sistem dan mekanisme kerja kelembagaan dan mampu menjalin hubungan kerja dengan berbagai pihak,” paparnya.

Zamakhsyari pun berharap, MUI Kota Bekasi mampu merespon berbagai permasalahan umat, khususnya di Kota Bekasi, mengingat banyaknya permasallahan umat yang sangat membutuhkan respon cepat dari MUI.

“Dalam menghadapi kelangkaan kader-kader ulama di Kota Bekasi, maka MUI diharapkan mampu melaksanakan pendidikan kader ulama (PKU) sebagai wujud kepedulian dalam mengatasi persoalan-persoalan umat dan pembangunan bangsa serta negara.

Pemerintah Kota Bekasi bersama dengan para ulama berperan serta dalam menangani persoalan bangsa dan keumatan. Maka good will Pemkot Bekasi untuk mengalokasikan dana operasional bagi kegiatan MUI di Kota Bekasi merupakan sebuah ekspektasi bagi keberlangsungan program MUI dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat secara berkesinambungan,” urai Zamakhsyari. (zas)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close