PT Pindo Deli 3 Diduga Buang Limbah Sembarangan

Read Time2 Minutes, 22 Seconds

PT Pindo Deli 3, anak usaha Sinar Mas di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, diduga membuang limbah sembarangan ke anak sungai Citarum. Untuk itu, pihak kepolisian setempat melakukan pengusutan.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, PT Pindo Deli 3 dilaporkan mengalirkan langsung limbah ke Sungai Cibeet yang merupakan anak sungai Citarum. Limbah itu diduga dibuang tanpa diolah terlebih dahulu,” ujar Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra kepada awak media, Sabtu (2/10).

Menurut Nuredy, limbah tersebut terjadi sejak tiga hari lalu. Akbatnya, warga Desa Tamanmekar resah dan melapor. Satuan Reskrim Unit Tipiter Polres Karawang kemudian bergerak ke lokasi kejadian. Pengecekan juga melibatkan Satgas Citarum Harum Sektor 18 dan Dinas Lingkungan Hidup Karawang.

“Setelah dicek, ternyata benar ada kegiatan (pencemaran) tersebut,” kata Nuredy sambil menambahkan, pencemaran disebabkan oleh pengolahan limbah cair yang gagal.

Pencemaran, lanjut dia, dipicu akibat melubernya limbah cair dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Lantaran tak tertampung dalam IPAL, limbah cair kemudian luber dan gagal ditampung di outlet atau bak penampung.

“Karena outletnya sedang diperbaiki, limbah ditampung sementara dalam empang. Karena empang tak dapat menampung seluruh limbah, akhirnya limbah cair limpas dan mengalir ke sungai Cibeet,” ungkap Nuredy.

Sebagaimana diketahui, limbah cair wajib dikelola sedemikian rupa untuk mengurangi residu zat berbahaya. Sebelum dibuang, limbah cair wajib dikelola melalui IPAL. Setelah melalui IPAL, limbah cair lazimnya ditampung dalam bak khusus atau outlet.

Saat ini, polisi masih menyelidiki secara mendalam ihwal kasus pencemaran tersebut. Sejumlah sampel limbah berwarna hitam dan berbau tak sedap telah diambil untuk diuji di lab.

Adapun Pindo Deli 3, kata Nuredy disangkakan UURI no.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.”Kami sedang menunggu hasil uji lab air limbah tersebut. Kami juga akan meminta keterangan pihak perusahaan,” kata Nuredy.

Sementara, dugaan pencemaran Sungai Cigintung yang dilakukan PT Triguna, belum bisa ditindak lanjuti. Setelah Komisi III melakukan sidak ke perusahaan yang memproduksi kertas dan bata merah itu, belum didapatkan fakta yang detil mengenai dugaan pencemaran.

“Kemarin kita datangi perusahaan tersebut atas dasar laporan dari masyarakat. Namun kita belum menemukan fakta yang detail,” kata anggota Komisi III Abas Hadimulya.

Menurut Abas, pada saat Komisi III melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut, memang ada beberapa kejanggalan. Namun kejanggalan tersebut belum menjadi bukti dan dasar yang kuat untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

“Ada sih tapi belum kuat. Kemarin ketika dibuktikan kesana memang IPAL mereka punya dan tidak bau,” ucapnya, Kamis pekan lalu.

Abas mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi apapun terkait masalah tersebut. Namun demikian bukan berarti membiarkan dugaan pencemaran itu. “Sekarang musim panas jadi tidak ada bau. Nanti kita sidak lagi setelah musim hujan,” ujarnya.

Jika terbukti PT Triguna itu melakukan pencemaran, kata dia, pihaknya akan merekomendasikan kepada eksekutif untuk menindak tegas perusahaan tersebut. “Kalau sekarang kita belum merekomendasikan apa-apa,” katanya.

Dia menambahkan, DPRD tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan, hanya sebagai pengawasan. Tapi jika nanti ditemukan fakta-fakta dan bukti pencemaran, pihaknya akan merekomendasikan ke eksekutif dan kepolisian untuk menindaknya. (*/fan)

0 0
0 %
Happy
0 %
Sad
0 %
Excited
0 %
Angry
0 %
Surprise

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close