PP IKAHI Desak Kapolri Segera Ungkap Kematian Hakim PN Medan

Read Time2 Minutes, 29 Seconds

PENGURUS Pusat Ikatan Hakim Indnesia (PP IKAHI) mendesak Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara segera mengungkap penyebab kematian Jamaludin, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara. Desakan itu disampaikan Ketua Umum PP IKAHI, Dr Suhadi dalam siaran pers yang diterima Koran Bekasi, Senin (2/12).

“Kami mendesak Kapolri mengungkap penyebab di balik dugaan terbunuhnya Bpk Jamaludin SH MH seperti yang telah disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara pada hari Minggu, 1 Desember 2019 di beberapa media nasional,” kata Suhadi.

Dia juga menyampaikan turut berduka dan prihatin atas kejadian yang menimpa anggotanya yang meninggal secara tidak wajar. Pihaknya juga menduga keras bahwa Jamaludin korban pembunuhan.

Seluruh anggota IKAHI, katanya, berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap apa motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan hakim tersebut.

“Kepada keluarga yang ditingggalkan, seluruh anggota IKAHI berdoa mohon kepada Allah agar diberikan ketabahan dan kesabaran,” katanya.

Djoeyamto Hadi Sasmito

Hal yang sama juga disampaikan salah satu pengurus IKAHI, Djoeyamto Hadi Sasmito. Atas kejadian yang menimpa Hakim PN Medan, kata dia, pengurus IKAHI mewakili seluruh Hakim di Indonesia mengucapkan turut berduka dan prihatin.

“Seluruh hakim di Indonesia berharap, penyidik segera mengungkap motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut. Kepada keluarga yang ditinggal, semoga Tuhan memberi ketabahan dan kekuatan,” kata Djoeyamto, Senin (2/12).

Sebelumnya, desakan yang sama juga disampaikan Anggota Komisi III Dewan Perwakilam Rakyat (DPR) Taufik Basari dan Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Abdullah.

“Mahkamah Agung dan Ikatan Hakim Indonesia meminta pada kepolisian agar segera mengusut peristiwa tersebut secara tuntas agar masalahnya jadi jelas,” kata Abdullah, Sabtu (30/11).

Menurutnya, dengan ditemukannya almarhum di jok mobilnya yang nyungsep ke jurang, itu menandakan adanya perbuatan yang mengarah kepada penganiayaan. Sebab ada bekas-bekas jeratan pada leher.

Kemudian hidungnya mengeluarkan cairan kuning dan darah. Serta ditemukan juga di jok belakang, tidak lagi duduk di kursi. Kepolisian sudah minta izin pada Ketua PN Medan dan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara dan keluarga untuk dilakukan autopsi.

“Keluarga mengizinkan, autopsi selesai pukul 01.00 dinihari. Kemudian jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Aceh. Hasil autopsi sampai sekarang kita belum tahu,” papar Abdullah.

Ia menambahkan, MA dan seluruh jajaran serta ikatan hakim Indonesia menyatakan turut belasungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya Jamaludin.

“Kami juga berdoa semoga amal ibadahnya diterima dan dosanya diampuni, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Dia meminta kepolisian tak hanya mengungkap pelakunya, tetapi juga otak dan motif dari dugaan pembunuhan tersebut.

“Jadi, tidak hanya pelaku lapangan, namun hingga otak kejahatannya dan motif pelaku,” ucapnya.

Seperti diketahui, Jamaluddin pertama kali ditemukan tewas pada Jumat, 29 November 2019, di jok belakang mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD sekitar pukul 13.30.

Warga menyaksikan korban berada di dalam mobil tepat di kursi bagian tengah dalam posisi tangan terikat. Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi tangan terikat dan posisi kepala menghadap kedepan di bangku tengah.

Di dalam mobil, petugas menemukan identitas korban (KTP), hingga diketahui bernama Jamaluddin, kelahiran Nigan, 20 Maret 1964, warga Perumahan Royal Monaco Blok D No. 22 Medan Johor. (*/gar)

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close